Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/
KADANG-KADANG orang menjepit orang lain dengan kata, menjerat diri dengan kata. Sejarah politik Indonesia modern bisa ditulis sebagai sejarah bekerjanya jepit dan jerat kata dari masa ke masa.
Pada tahun 1960-an, di bawah ?demokrasi terpimpin?, jepit dan jerat itu misalnya terbentuk dalam kata ?kontra-revolusioner?. Kata ini, bila dikenakan kepada seseorang, satu kelompok, atau satu pola sikap, dapat membuat yang dikenai seakan-akan tertangkap. Continue reading “Cap”
