Cap

Goenawan Mohamad
http://www.tempointeraktif.com/

KADANG-KADANG orang menjepit orang lain dengan kata, menjerat diri dengan kata. Sejarah politik Indonesia modern bisa ditulis sebagai sejarah bekerjanya jepit dan jerat kata dari masa ke masa.

Pada tahun 1960-an, di bawah ?demokrasi terpimpin?, jepit dan jerat itu misalnya terbentuk dalam kata ?kontra-revolusioner?. Kata ini, bila dikenakan kepada seseorang, satu kelompok, atau satu pola sikap, dapat membuat yang dikenai seakan-akan tertangkap. Continue reading “Cap”

Sajak-Sajak Wahyu Heriyadi

http://www.lampungpost.com/
Ibu Datang Sekaligus Berangkat Siang Ini

Tadi siang ibu datang dari telepon. Rambutnya kering dengan tangan dan jemari yang hampir jatuh ke halaman. “Waktu, pada kemana sih? Oh ya? Berapa nomornya?” kalimat itu seperti loncat dari baju-bajunya. Hingga ibu tak pernah bisa menyimpan piring di mulutnya. Sebab, ada paragraf tentang sorabi dan gorengan lain-lain berkejaran. Paragraf itu seperti menyusun kembali matanya dari jauh. Continue reading “Sajak-Sajak Wahyu Heriyadi”

Sang Suami

Ganda Pekasih
http://www.lampungpost.com/

SANG suami tiba-tiba merasa bahwa segala usahanya mencari harta dan kekayaan sia-sia. Ia mempunyai istri yang dirasanya kini hanya menghabiskan tabungan dan penghasilannya saja. Dua anaknya yang masih berusia balita juga sama. Baginya mereka meminum susu yang sangat mahal, yang tak pernah dibayangkannya kini harganya terus melambung. Sang Suami ingat dulu ketika kecil dia tidak pernah diberi susu formula oleh kedua orang tuanya yang hidup miskin. Jadi untuk apa susu susu itu, karena tidak minum susu pun dia sekarang bisa hidup. Continue reading “Sang Suami”

Bahasa ยป