Kisah Tragis sang Legendaris

Judul: Heavier Than Heaven, Biografi Kurt Cobain
Penulis: Charles R Cross
Penerbit: Harmonia, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, Juli 2007 Tebal: xii + 440 halaman
Peresensi: Herma Yulis
http://suaramerdeka.com/

KEHIDUPAN dan kematian Kurt Cobain menjadi legenda penting dalam sejarah rock ‘n roll. Kesuksesan besar yang berhasil diraih group band Kurt Cobain, Nirvana, menandai lahirnya generasi musik baru di awal tahun 90-an. Karena sebelum kehadiran Nirvana di pentas musik dunia, aliran musik alternatif sering kali dipandang sebelah mata.

Namun, berkat kerja keras dan kegigihan Kurt Cobain bersama Nirvana, aliran musik rock pun akhirnya mampu menempatkan diri sebagai aliran musik yang sangat fenomenal. Ketika Nirvana merilis album Nevermind maka mata dunia pun terbuka lebar. Sungguh fantastis. Album tersebut mendapat sambutan hangat dan berhasil meraih kesuksesan luar biasa. Sejak merilis album tersebut, nama Nirvana langsung diabadikan sebagai pioner aliran musik grunge yang kemudian menyebarkan wabah rock ke pentas musik dunia yang sarat dengan semangat antikemapanan.

Semua kesuksesan tersebut tak dapat dipisahkan dari sosok Kurt Cobain, vokalis Nirvana, yang merupakan sosok paling fenomenal dalam belantara musik rock. Kurt Cobain lahir pada 20 Februari 1967 di Aberdeen, Washington.

Luka

Sejak masih berusia dini ia sudah memperlihatkan berbagai bakat dan kecerdasan yang jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya. Selain menyukai olahraga ia juga sangat menyukai pelajaran seni dan melukis.

Akan tetapi kebahagiaan masa kecil Kurt Cobain tidak berjalan lama. Keretakan hubungan orangtuanya telah menorehkan luka dan kekecewaan dalam diri Kurt. Keadaan ini semakin parah sejak orangtuanya memutuskan untuk bercerai saat ia baru berusia sembilan tahun. Peristiwa ini sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup Kurt Cobain selanjutnya. Dia pun mulai memupuk kebencian terhadap kedua orangtua. Apalagi ketika ayahnya kembali menikah dan ibunya berpacaran dengan laki-laki lain. Peristiwa ini benar-benar membuat perasaan Kurt kian terpukul, dan sejak itu dia menjadi sosok pemurung, tertutup, dan semakin liar. Keadaan ini telah menyeret Cobain ke dalam cengkeraman obat-obatan sampai akhirnya memutuskan keluar dari bangku sekolah.

Sejak hengkang dari bangku sekolah, Kurt Cobain memulai jalan hidupnya yang baru di jalur musik rock. Namun, jalan menuju kesuksesan dan popularitas tidak terbentang dengan sendirinya. Pada masa-masa awal sebelum meraih kesuksesan di belantara musik, Kurt bersama personel Nirvana sering kali harus menempuh jarak ratusan hingga ribuan mil untuk melangsungkan konser promosi album pertama, Bleach. Dan sambutan yang mereka terima sangat tidak sesuai dengan pengorbanan yang telah mereka berikan.

Kegigihan dan kerja keras Kurt Cobain bersama rekan-rekannya mulai membuahkan hasil ketika mereka merilis album kedua, Nevermind. Album yang dirilis pada September 1991 ini berhasil bertengger di puncak teratas tangga lagu Billboard, menggeser Dangerous Michael Jackson. Bersamaan dengan itu pula, popularitas Kurt Cobain dan group band Nirvana mencuat luar biasa. Mereka baru saja berhasil memenangkan satu babak terpenting dalam karier mereka di dunia musik.

Tetapi setelah Cobain menikah dengan Courtney Love, ia dikabarkan mengalami kecanduan heroin sehingga Nirvana terpaksa menunda beberapa konser mereka di Amerika. Kurt Cobain bahkan beberapa kali diberitakan mengalami overdosis ketika mengonsumsi heroin. Barangkali karena dihantui oleh perasaan putus asa dalam mengatasi ketergantungannya terhadap obat-obatan dan keinginan untuk memperbaiki kehidupan keluarganya, telah mengantarkan Kurt Cobain pada perasaan depresi yang luar biasa. Puncaknya, di awal April 1994, Kurt Cobain ditemukan mati bunuh diri dengan meledakkan kepalanya sambil mengonsumsi obat-obatan.

Catatan Harian

Peristiwa itu terjadi setelah Kurt kabur dari rumah sakit di Los Angeles tempat ia dirawat untuk mengatasi kecanduan obat-obatan.

Charles R Cross menyajikan kisah hidup Kurt Cobain dalam buku ini dengan cukup detail dan menarik. Setiap liku-liku kehidupan Kurt Cobain dituturkan dengan keahlian bercerita yang sangat luwes dan memesona. Charles R Cross mampu menuturkan semua kisah tragis yang dialami oleh tokoh legendaris Kurt Cobain dengan keterlibatan emosi yang mendalam, sehingga dapat mengajak pembaca masuk dan hanyut ke dalam setiap peristiwa yang berusaha ia lukiskan.

Dan untuk merampungkan penulisan buku ini, Cross melakukan penelitian selama empat tahun. Selama masa itu pula ia bergelut dengan berbagai arsip dan dokumen penting berkaitan dengan kehidupan Kurt Cobain; seperti catatan medis, catatan kepolisian, serta catatan harian yang ditulis sendiri oleh Kurt sebelum ia melakukan aksi bunuh diri. Hasilnya, sungguh luar biasa. Cross berhasil menghadirkan kisah hidup Kurt Cobain ke hadapan pembaca dengan sangat menarik dan menyentuh sisi kemanusian. Bahkan Cross dapat melukiskan dengan sangat memukau detik-detik menjelang sang tokoh legendaris itu mengulum ujung senjata dan memuntahkan sebutir peluru menembus otaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *