Kerbau yang Menderita

Sindhunata
cetak.kompas.com

Siapa hidup di tanah tumpah darah Saijah, dia pasti mengenal kerbau. Dikisahkan oleh Multatuli, Saijah yang berumur tujuh tahun itu sangat mencintai kerbaunya. Celakanya, kerbau kesayangan itu dirampas oleh penguasa karena Pak Saijah, ayahnya, tak dapat melunasi pajak tanah. Saijah khawatir, pada masa mendatang tak ada lagi teman yang bisa diajak mengerjakan tanahnya. Lalu apa yang bisa mereka makan? Continue reading “Kerbau yang Menderita”

Bertemu Penyair Medan

Budhi Setyawan
http://budhisetyawan.wordpress.com/

Tanggal 24 ? 26 November 2008 saya ada acara dinas di Medan. Sebelum berangkat, saya telah memberitahukan kepada 2 penyair Medan yang sebelumnya pernah bertemu di TIM Jakarta yaitu Hasan Al Bana dan Suyadi San. Saya tiba di Medan hari Senin sore sehingga tidak ada agenda dinas dan langsung ke hotel. Saya dan rombongan menginap di Hotel Inna Dharma Deli. Hotel lama dan kamar sederhana. Continue reading “Bertemu Penyair Medan”

Mimpi Sukarti

Yessie
http://oase.kompas.com/

Waktu kecil sebenarnya Sukarti bercita-cita jadi guru, tapi mimpinya itu kemudian harus kandas, Sukarti terpaksa tidak melanjutkan sekolah karena tidak ada biaya. Dulu dia kerap mengatakan kepada ibunya kalau dia ingin sekali menjadi seperti Ibu Rukiah, gurunya di sekolah dasar dulu. Ibunya selalu mendukung dan memberi harapan kalau Sukarti rajin belajar, maka suatu hari dia pasti dapat menggapai cita-citanya. Tapi semuanya hanya tinggal mimpi, Sukarti pun diam-diam memiliki mimpi yang lain, menjadi TKW seperti gadis-gadis di desanya. Kehidupan keluarga mereka lebih baik setelah bekerja di luar negeri. Walau ada beberapa yang bernasib buruk, Sukarti tidak takut dan bertekad mimpinya ini harus tercapai. Continue reading “Mimpi Sukarti”

Bunda, Kapan Ayah Pulang?

Dodiek Adyttya Dwiwanto*
http://oase.kompas.com/

Suara deru motor terdengar cukup kencang dari arah depan rumah. Ali kecil langsung berlari tergopoh-gopoh menuju ke ruang tamu.
?Ayah datang! Ayah datang!?

Tapi sesampainya di ruang tamu, Ali kecil yang mengintip dari jendela ruang tamu hanya bisa mendapatkan kekecewaan yang mendalam. Bukan sang ayah yang datang melainkan Pak Salim, tetangga depan rumah yang akan berangkat ke kantornya pagi ini. Continue reading “Bunda, Kapan Ayah Pulang?”

Bahasa »