Tagore di Gianyar

Ketajaman, Keluasan, Kedalaman…

IBM. Dharma Palguna
balipost.com

PADA akhir dekade kedua abad 20, seorang Rabindranath Tagore berkunjung ke Gianyar. Sebagai orang yang sangat didengarkan oleh dunia ketika itu, pujangga besar dunia itu tidak berbicara banyak tentang apa yang dilihatnya, tentang apa yang didengarnya, dirasakannya, termasuk apa yang barangkali dicemaskannya. Continue reading “Tagore di Gianyar”

PENYAIR TAK DIKENAL DARI YUGOSLAVIA

Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=436

Waktunya aku mencium karya dari seorang tak bernama atau tiada mengenali. Aku dapati dari buku Puisi Dunia, jilid I, susunan M. Taslim Ali, Balai Pustaka, 1952. Sebab tulisan di sana memakai ejaan lama, maka aku gubah lewat ejaan yang kupergunakan kini. Di bawah ini puisi PENYAIR TAK DIKENAL asal Yugoslavia:

KORDONU

Di Kordonu di padang bata,
Ibu mencari mayat anaknya. Continue reading “PENYAIR TAK DIKENAL DARI YUGOSLAVIA”

PELANGI POTRET PUASA DAN LEBARAN

Maman S. Mahayana

Antologi cerpen, baik karya perseorangan, maupun karya bersama, tentu dengan mudah dapat kita jumpai di sejumlah toko buku atau perpustakaan. Buku antologi cerpen semacam itu, biasanya tidak spesifik mengangkat tema tertentu, meskipun mungkin saja ada maksud dan harapan tertentu yang melatarbelakangi dan melatardepaninya. Tetapi, bagaimana dengan antologi cerpen yang sengaja mengusung tema tertentu, seperti yang dilakukan Kompas lewat Korma: Cerpen-Cerpen Puasa—Lebaran? Continue reading “PELANGI POTRET PUASA DAN LEBARAN”

Yang Tak Mungkin Terjalin, Selamanya

Zahra As-Sauda? *)
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Ia berlalu. Ia tinggalkan serpihan hatiku yang hancur-lebur berserakan di sudut mataku. Aku masih tak pula memahami apa yang sesungguhnya ia inginkan. Berulang kali aku jelaskan padanya, pada gadis itu, betapa aku sangat mencintai dirinya. Aku pun telah memohon padanya untuk ?paling tidak- berpura-pura mengizinkanku memiliki dirinya seutuhnya. Meskipun aku tahu, sedetik pun aku tak bisa wujudkan harapanku itu. Dan karena itu, ia menolak. Ia tak mau itu. Ia tak inginkan itu. Ia hanya berkata tidak, kemudian diam, dan pergi. Continue reading “Yang Tak Mungkin Terjalin, Selamanya”

Bahasa »