Gie, sang Intelektual Organik

M. Iqbal Dawami*
http://www.jawapos.com/

Soe Hok Gie (17 Desember 1942-16 Desember 1969) adalah seorang anak muda yang berpendirian teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia. Continue reading “Gie, sang Intelektual Organik”

Menginterogasi Nietzsche

Binhad Nurrohmat*
http://www.jawapos.com/

SIAPA Nietzsche? Filsuf Jerman ini -menurut filsuf Inggris Bertrand Russell- lebih merupakan sastrawan ketimbang filsuf akademik. Gaya penulisan karya filsafatnya bergaya literer dan kerap berbentuk aforisme, bahkan puisi.

Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir di Rocken, Prussia, 15 Oktober 1844. Orang tua dan kakeknya penganut Lutheran. Sejak remaja dia menggemari karya pujangga Johan Wolfgang Goethe (1749-1832), musikus Richard Wagner (1813-1883), dan filsuf Arthur Schopenhauer (1788-1860). Karya para tokoh besar kebudayaan Jerman itu memberikan pengaruh besar dan penting bagi pemikiran Nietzsche. Continue reading “Menginterogasi Nietzsche”

Setelah 40 Tahun Soe Hok Gie

M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S. *
jawapos.com

APA yang masih mungkin dihikmahkan dari sebuah buku tentang Soe Hok-gie selang 40 tahun setelah kematiannya? Pada posisi kita yang memang sudah sedemikian meneladani Hok-gie sebagai sosok yang idealis, humanis, dan moralis; tentulah tidak cukup memeriksa buku ini sebagai ikhtiar untuk semata mengingat nama Hok-gie. Tidak cukup bila diniatkan sebagai resepsi mengekalkan memori belaka. Lebih dari itu, kehendak macam apa sejatinya yang kini mendorong kita untuk menampilkan figur Hok-gie sekali lagi? Ya, tidakkah buku Catatan Seorang Demonstran (1983) tersiar masyhur buat meneladani Hok-gie sebagai ”intelektual muda yang berani, lantang, dan sekaligus romantis”? Continue reading “Setelah 40 Tahun Soe Hok Gie”

Bahasa ยป