Judul : Si Anak Kampoeng (Berdasarkan Kisah Buya Syafii Maarif)
Penulis : Damien Dematra
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Pertama, Februari 2010
Tebal : x+ 248 Halaman
Harga : Rp45 ribu
Peresensi : Andriadi Achmad*
http://www.lampungpost.com/ Continue reading “Meneladani Guru Bangsa Kita”
Modernitas yang Dilecut Kartini
Misbahus Surur*
http://www.lampungpost.com/
KARTINI lahir dan besar dalam lingkup keluarga ningrat Jawa yang feodalis. Alur hidupnya dikerubungi tarikan norma serta konvensi yang sering eksploitatif, terutama pada persoalan gender. Hampir-hampir perempuan tak punya andil, lebih lagi nyali untuk menyibak jalur terang sendiri.
Perempuan kerap dijerat patriarki, dicengkram hegemoni lelaki. Perempuan di zaman itu, kata Siti Soemandari Soeroto dalam Kartini; Sebuah Biografi (Gunung Agung: 1982) karena akar dan konstruk budaya, sangat bergantung sepenuhnya pada nafkah suami, dengan dalih takut dicerai dan sejenisnya. Continue reading “Modernitas yang Dilecut Kartini”
MENULIS SEBAGAI IBADAH
Maman S. Mahayana*
http://mahayana-mahadewa.com/
Karya sastra ?dalam hal tertentu?bolehlah dianggap sebagai refleksi evaluatif pengarang atas problem sosial yang terjadi di sekitarnya. Boleh juga karya itu dipandang sebagai representasi kegelisahan sosio-kultural pengarang dalam memaknai simpang-siur peristiwa yang terjadi dalam kehidupan umat manusia. Dalam hal ini, pengarang biasanya hanya akan mengungkapkan realitas kehidupan berdasarkan pengalaman yang paling dekat dengan dirinya. Atau, menyampaikan sesuatu yang benar-benar diketahui dan dialaminya. Continue reading “MENULIS SEBAGAI IBADAH”
Puisi-Puisi Nur Iswantara
DI MALIOBORO
Kemulusan asri
Lembut tangan putih mata sipit itu
Sungguh subur demi tumbuhnya bulu-bulu pesona!
Kuat teliti dalam merengkuh gayung sejahtera ekonomi
Anak ladang, beli pupuk demi tegalan kacang
Gali ilmu pasar hendaknya darimu
Gairah mengganas, mulia hadir di Malioboro. Continue reading “Puisi-Puisi Nur Iswantara”
Puisi-Puisi Pariyo Adi
http://sastrakarta.multiply.com/
PERAHU NUH
Laju melajulah Nuh
Jauh perahumu kan berlabuh
Perahumu bukan perahu ratapan
Perahu ratapan bukan perahumu
Laju melajulah Nuh
Selagi angin kencang datang
Perahumu kan lepas di laut pasir
Menampung caci menerima cibir
Pengingkar kan kejar bayang Continue reading “Puisi-Puisi Pariyo Adi”
