Langit Ketiga Puluh Tiga

Sunlie Thomas Alexander
http://suaramerdeka.com/

Ketika bunga padma mekar, itulah saat baginya untuk pergi mencari jalan menuju langit ketiga puluh tiga, sam sip sam thian 1). Hanya di kala bunga padma mekarlah, ia dapat menemukan jalan itu. Sebagaimana yang selalu dikatakan pamannya yang tua. Mengapa, pamannya juga tidak mengerti. Karena memang begitulah petunjuk yang terdapat dalam Kitab Thung Su 2) yang tak dapat ditawar-tawar, tukas pamannya. Continue reading “Langit Ketiga Puluh Tiga”

Debu

Beni Setia
suaramerdeka.com

WA ITAM seperti berusia empat puluh dua tahun. Saya katakan seperti –karena saat ditelusuri ke Pesantren Bayabah, Garut, kiai di sana mengerutkan kening. “Kiai Dullah itu buyut saya,” katanya.

Saya mengusap wajah,–istigfar. Kiai yang ditemui di pesantren narik kolot *)itu masih muda, mungkin berusia 39 tahun, dan sangat gampang ditemui karena pesantren itu sangat sunyi –meskipun kiai itu sempat bercerita tentang masa kejayaan pesantren itu, 75 tahun yang lalu. Dan penelusuran ke Kampung Ciranggaek, ke salah satu santri seangkatan Wa Itam, malah mempertemukan saya dengan Buldanurzaman –cucu Ki Oyek Fathoni, teman Wa Itam yang telah 50 tahun meninggal. Continue reading “Debu”

Pengakuan

Wendoko
http://suaramerdeka.com/

1. Pengakuan Kayafas

Aku, Kayafas –Imam Agung Yahudi-yang mengatur agar Kristus dihukum mati. Aku tekankan sekali lagi, aku yang telah mengatur agar Kristus dihukum mati!

Selama ini, orang selalu menganggap remeh kekuasaan Imam Agung. Kalian tentu tahu, dalam hierarki kekuasaan akulah pemimpin tertinggi bangsa Yahudi. Tetapi faktanya, justru orang-orang Roma dan Herodes yang memainkan peranan. Continue reading “Pengakuan”

Malam, Sebuah Kota

Raudal Tanjung Banua
suaramerdeka.com

LARUT malam. Ia terus berjalan, membiarkan dirinya hanyut dalam arus pikiran. Kota begitu lengang. Sesekali, ada raan lewat dengan mesin menggema, lalu kendaraan lewat dengan mesin menggema, lalu lenyap dengan cahaya melesat. Pohon asam yang berjejer sepanjang jalan tampak bagai raksasa mengenakan mantel kebesarannya. Continue reading “Malam, Sebuah Kota”

Nasib Perempuan Indonesia

Saparinah Sadli
http://cetak.kompas.com/

Lebih dari seratus tahun lalu Kartini meninggal, empat hari sesudah melahirkan anak pertamanya. Dokter Belanda sebelumnya mendiagnosis tidak ada masalah pada kesehatan Kartini pasca-melahirkan. Namun, beberapa jam setelah dokter pergi, Kartini menurun kondisinya lalu meninggal.

Kartini bukan orang miskin. Sebagai istri bupati, ia mendapat pelayanan kesehatan optimal. Dalam buku Door Duisternis tot Licht, kematiannya direspons dengan pernyataan non-medis seperti: ?Kartini sudah mengisyaratkan meninggal pada usia 25 tahun. Kartini minta adiknya (Rukmini) merawat bayinya andai kata ia meninggal?. Continue reading “Nasib Perempuan Indonesia”

Bahasa ยป