Multatuli, “Pahlawan” Rakyat Lebak

Henry H Loupias *
cetak.kompas.com

Eduard Douwes Dekker alias Multatuli adalah seorang ambtenaar kontroversial bagi pemerintah kolonial Belanda. Alih-alih menjalankan kebijakan pemerintahnya selaku asisten residen Lebak, ia malah membongkar kebobrokannya. Ia terutama menyoroti praktik pemerasan, penindasan, dan korupsi yang dilakukan sang Bupati Raden Tumenggung Adipati Kartanatanegara beserta kroni-kroninya. Peristiwa ini ia kisahkan dalam buku Max Havelaar. Continue reading “Multatuli, “Pahlawan” Rakyat Lebak”

SASTRAWAN ITU LAKSAMANA DAN ROHANIAWAN

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Di antara para sastrawan, barangkali Bahrum Rangkuti, termasuk sastrawan dan sekaligus juga birokrat yang pernah memegang pekerjaan dan jabatan yang seolah-olah tidak saling berhubungan; sastrawan, seorang militer, rohaniawan, penerjemah, dan bela-kangan sekjen Departemen Agama. Sesungguhnya semua jabatan dan pekerjaan itu ber-asal dari satu sumber dan kemudian bertemu dalam satu muara, yaitu agama. Kecintaan dan pengalamannya terhadap agama, yang langsung atau tidak langsung, membawa Bahrum Rangkuti menduduki pekerjaan dan jabatan itu. Continue reading “SASTRAWAN ITU LAKSAMANA DAN ROHANIAWAN”

INCEST

Saut Situmorang

(Di sebuah kamar hotel di pinggir Danau Toba. Menjelang subuh. Awal 1990an.)

“Jadi” dia kawin dengan saudara laki lakinya lalu diusir dari negerinya lalu berpisah dari saudara laki lakinya itu lalu kawin dengan anak laki lakinya?
Hm.

Bukan main.
Hm. Bukan main.
Luar biasa.
Hm. Luar biasa. Continue reading “INCEST”

Puisi-Puisi Pringadi AS

http://reinvandiritto.blogspot.com/
Fabel Sebuah Sajak

Aku berpura-pura menulis sajak malam ini. Sajak tentang kucing
terbang menangkap paruh elang yang kembali dari kematian.

Bayangkanlah, ada aku jendela yang terbuka menanti angin
dari lembah masuk kemari, ke dadaku yang kembang kempis
menahan puasa senin-kamis. Kucing tidak pernah mengerti
bagaimana gonggong anjing adalah separuh pergunjingan
ibu-ibu di jam tujuh pagi. Kucing tidak pula tahu ada ikan
tinggal tulang yang tengah belajar berenang di meja kaca. Continue reading “Puisi-Puisi Pringadi AS”

Bahasa »