Judul Buku: Seratus Buku Sastra Indonesia Yang Perlu Dibaca Sebelum Dikuburkan
Penulis: An. Ismanto, Anna Elfira, AR Fiana, As?adi Muhammad, Burhan Fanani, FF Armadita, Fairuzul Mumtaz, Lukmanul Hakim, Minan Nuri Rahman, Mindiptono Akbar, M. Fahmi Amrulloh, Mujibur Rohman, Rhoma Dwi Aria Yuliantri, Ridwan Munawwar, Wahmuji.
Editor: An. Ismanto
Penerbit: I:BOEKOE
Tahun: 2009
Tebal: 1001 hlm
Peresensi: Fuad Anshori*
http://www.surabayapost.co.id/ Continue reading “Rekam Jejak Sastra Indonesia”
Cara Sehat untuk Sukses
Linggar Mulyono*
http://www.jawapos.co.id/
Bagaimana cara meraih sukses? Pertanyaan itu menggayuti pikiran sebagian besar di antara kita. Banyak juga yang berpendapat bahwa kesuksesan identik dengan punya uang banyak.
Jalan pikiran itu sungguh tidak tepat. Uang bukan segala-galanya untuk meraih sukses, walau memang diperlukan. Namun, uang bukan faktor nomor satu yang membuat kita sukses dalam hidup, bisnis, maupun pekerjaan. Bahkan, beberapa pengusaha sukses menempatkan uang sebagai faktor kelima untuk sukses. Artinya, ada empat faktor lain yang dianggap lebih penting dalam mendukung kesuksesan seseorang. Continue reading “Cara Sehat untuk Sukses”
Perempuan yang Mematahkan Nasib
Mustofa W. Hasyim
http://www.jawapos.co.id/
MANUSIA memerlukan impian. Yaitu, imajinasi tentang masa depan. Mengapa? Sebab, impian adalah ruang bagi hadir dan berbiaknya benih harapan. Makin lebar dan luas ruang impian, makin mudah bagi seseorang membiakkan harapannya dan makin mudah baginya untuk menjelajahi masa depan. Imajinasi masa depan dapat menjadi tampak lebih nyata dan tidak samar-samar lagi. Dengan demikian, ini bisa menjadi rujukan manusia dalam melangkahkan hidupnya. Continue reading “Perempuan yang Mematahkan Nasib”
Sketsa Permukiman Tionghoa
M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.*
http://www.jawapos.co.id/
SETIAP kali saya tuntas menyimak buku berbobot seputar Tionghoa, selalu saja tebersit kesan keterlambatan di benak. Termasuk, ketika menyimak 311 halaman buku ini. Ya, buku hasil disertasi Pratiwo berjudul Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan Kota ini paling tepat dihadirkan seketika setelah ditulis pada 1996 -ua tahun menjelang huru-hara 1998. Mengapa demikian? Sekali lagi, bagi kita yang mau membaca tuntas buku ini, akan terasa betapa rentetan sejarah diskriminasi politik terhadap etnis Tionghoa merupakan kekerdilan yang menggadaikan budaya dan peradaban leluhur -yang bahkan sejak abad XIV, menurut N.J. Krom, orang Tionghoa pun sudah memiliki permukiman di Pulau Jawa. Continue reading “Sketsa Permukiman Tionghoa”
Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah
Ibnu Rusydi
tempointeraktif.com
Basoeki Abdullah. Nama depannya memakai “oe”, ejaan lama Van Ophuijsen, sementara nama belakangnya menggunakan ejaan Soewandi. Seperti ejaan namanya, sang maestro lukis melintasi, serta dekat dengan, dua pemimpin besar Indonesia yang berbeda arah, Soekarno dan Soeharto.
Ia memang keturunan priyayi. Kakeknya tokoh pergerakan, Dr Wahidin Sudirohusodo. Ayahnya adalah Abdullah Surio Subroto, pelukis naturalis sekaligus penari. Dari ayahnya, ia mulai mengenal seni melukis. Sejak balita, Basoeki sudah mulai mencoreti kertas dan kanvas. Ibunya, Raden Ajeng Sukarsih, kerabat Kasunanan Solo. Continue reading “Melacak Inspirasi Basoeki Abdullah”
