Puisi-Puisi Kedung Darma Romansha

jawapos.co.id

Tanah Pinangan
– Esha Tegar Putra

Kuserahkan segala cuaca di tubuhku
Kaucangkul gembur rindu
Dan kupinang engkau yang datang
Dengan cerita-cerita ladang.
Demam dan angin yang merah di punggungmu
Adalah getah musim di akhir mei
Meleleh di batang kenangan
Pada muasal ketakutanmu
Dimana setiap garis tak selalu lurus
Untuk sebuah perjumpaan.
Rambut yang kian lebat
Di lekuk sajak
Di tanah tubuh yang kita asuh.
Kaupinanglah tanah ini
Tanah jauh yang memberimu oleh-oleh
Bagi ingatan yang selalu cemburu
Bagi pintu yang selalu ganjil bila diketuk
Dan bunyi riuh di kepala
Yang tak pernah mati
Tak pernah sendiri.

Rumah Lebah, 2009

Pohon Ingatan

Pohon-pohon menanggalkan daun
Di lubuk kemarauku
Di luar hujan makin asing
Makin bising.
Birahiku berkeringat nahan rindu
Kesunyian berdekapan dengan gelegak tawa yang jauh
Aku kangen pelukan bibirmu
Melupa pada cinta yatim piatu
Dan kepalsuan fiksi masa lalu.

Sanggar Suto, 2009

Suluk Gusti

Cep jirep sirep madep ya jatine ingsun
ing cahyane Gusti kang agung
bismillah ya Alloh
cep jirep sirep madep ya jatine ingsun
ingsun kang lebur ing cahya jatine cahya
Gusti ya bismillah cep jirep sirep madep
ingsun sapa ingsun
jatine wengi jatine awan jatine cahya
jatine bumi jatine langit jatine jagat
ya Allohu Alloh
ingsun madep ing pangadepan cahyaMu
ingsun manjing ing cahyaMu
lesap ing cahyaMu
ingsun sapa ingsun
Hu ya Alloh
Hu ya Rahman
Hu ya Rohim
Hu Alloh
Hu.
Siapa bertanya pada siapa
Jagat di luar jagat di badan
Siapa bertanya pada siapa
Malam menggiring sunyi pada rindu
Siapa rindu siapa
Pagi menggiring matahari
Siapa bekerja pada siapa
Siapa bicara pada siapa
Diri jadi lupa jadi diri
Malam dikepung sunyi
Malam dikepung diri
Kataku kamu katamu aku
Siapa aku siapa kamu
Mu ya Gusti
Mu ya Alloh
Dalam bayanganMu
Dalam sarung cahyaMu
Aku sirna digulung sepi
Digulung diri jadi debu
Dipecah angin jadi rindu
Rindu siapa siapa rindu
Debu menulis rindu
Rindu menulis debu
Siapa menulis siapa
Siapa ditulis siapa
Mu ya Gusti
Mu ya Alloh
Alloh.
Aku hilang jadi bayang
Diadili sepi yang Gusti
Diri jadi biasa
Diri jadi siapa
Ya Gusti ya Alloh
Sesatkan aku di jalanMu
Penjarakan aku dalam cahyaMu
Ya Gusti ya Alloh
Ya engkau ya aku
Ya Gusti ya Alloh
Ya siapa ya kita
Ya Gusti ya Alloh
Ya Alloh
Alloh
Hu.

Jogja, 10-14 Ramadlan 1429 H

Seorang Bocah Perempuan

Seorang bocah perempuan berlari kecil dengan es di tangannya.
Seorang bocah perempuan berwajah dekil berdiri di atas rongsokkan.
Seorang bocah perempuan melompat kecil menggapai mimpi.
Seorang bocah perempuan berbaju cokelat,
rok cokelat, dan es berwarna cokelat.
Seorang bocah perempuan lindap di pojok senja.
Seorang bocah perempuan ada gores luka di matanya.
Seorang bocah perempuan berlari-lari di mataku.

Sarkema, 2004

Kedung Darma Romansha, lahir di Indramayu, 25 Februari 1984. Alumnus Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, UNY. Juara 1 lomba novelette Tabloid Nyata dan juara 1 lomba cipta puisi Dewan Kesenian Semarang, 2009. Puisinya termuat dalam antologi bersama. Di antaranya, Sebuah Kesaksian Penyair (Atjeh) (Galang Prees, 2005), Pedas Lada Pasir Kuarsa (Temu Sastrawan Indonesia II, 2009). Bergiat di Sanggar Suto, Rumah Poetika, dan Saturday Acting Club (SAC), Jogjakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *