ANAK NEGERI DI JALUR REL KERETA
Langit–kemerahan
Ketika titik embun membasahi ranting kering
Terdengar peluit kereta melengking panjang
Roda besi berderit keras memekak
Stasiun tua memberi senyum dan lambaian tangan
Ada semboyan di atas bantalan kayu
Lantas aku terpaku dalam cerita besibeku
Stasiun Rewulu, 711980
PANTAI GLAGAH INDAH
Pasir berderai terurai
Batu tiada
Percikan buih
Datang orang
Ombak gulung gemulung
Deru mengebu
Tiupan bayu
Indah curam
Samodra kidulMu.
Westprog, 2511981
Catatan: Puisi Anak Negeri Di Jalur Rel Kereta & Pantai Glagah Indah, diambil dari Nur Iswantara, Kumpulan-Parade Puisi Sumunaring Cahya Lagu Ati, Dorela, 1981.
KIDUNG CINTA MASA MUDA
Di atas segala-galanya lupakan dia yang menulis ini
Terseok dikilir krikil dan debu jalanan
Tengah simpang tiga desa argomulyo ramai akan manusia
Patung-patung anak kecil main layang-layang
Di kesibukan gembala lalu-lalang petani giat kerja
Aku terhenyak sadar, kala pintu mesjid terkuak
Malam harum wangian kesturi penuhi jiwa mudaku
Angin smilir meniduri kelam
Himpitan kantuk di mimpi mengejar nasib seharian
Engkau jabat tanganku dalam dingin dan
Rambut dikau elus-elus mesra, sesaat menghilang
Kau dan aku mengadu dalam buaian: aku rindu kamu
Tiada sempat kujamah wajah-Mu
Tangan-tangan tergapai-gapai
Smoga kembang dusun itu tak lapuk indahnya.
Balai Desa AM, 17 Juni 1984
