Gesang, Si Pemilik Kesederhanaan…

Jodhi Yudhono
http://oase.kompas.com/

Pernah pada tahun 1997 saya bertemu dengan maestro keroncong Gesang di rumahnya, Jalan Bedoyo Nomor 5, Kelurahan Kemlayan, Serengan, Solo.

Hari masih sore ketika saya yang saat itu bekerja pada sebuah majalah menemuinya. Usianya kala itu sudah 80 tahun, tapi kesegaran masih nampak di wajahnya. Dengan antusias, beliau bercerita banyak tentang masa lalunya yang gemilang saat zaman menjelang kemerdekaan ketika kala itu darinya lahir lagu-lagu abadi yang masih dikenang dan dinyanyikan hingga kini. Continue reading “Gesang, Si Pemilik Kesederhanaan…”

Pengelana

Denny Mizhar

?Sakit ini tak juga sembuh. Sudah Aku minum obat tapi tak juga lenyap. Haruskah tetap Aku biarkan menyelimuti tubuhku. Padahal Aku harus menyelesaikan sajak-sajakku tentang pembacaan akan diri.?

Sawah masih menyuguhkan musim panen. Para petani bergembira seusai mendapatkan rezeki yang melimpah. Begitupun para buruh tani tak juga ketinggalan merayakan pesta dari upah yang diberikan pemilik sawah. Walau tak ada kembang api, kue tart, dan lilin sudah cukup meriah. Continue reading “Pengelana”

S. YOGA DALAM LIMA TANGGA KEPUITISAN

Imamuddin SA *

Cukup sulit dewasa ini memberikan penilaian terhadap karya sastra, lebih khususnya puisi. Memakai standart penilaian yang bagaimana untuk diterapkan pada sebuah karya sastra? Hal itu disebabkan oleh keberadaan karya sastra itu sendiri. Karya sastra kontemporer lebih bersifat bebas dari ikatan-ikatan atau aturan perpuisian. Inilah yang kiranya menjadikan seorang kritikus sastra harus memutar otak lebih serius lagi. Continue reading “S. YOGA DALAM LIMA TANGGA KEPUITISAN”

Tamu di Malam Tahun Baru

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Malam Tahun Baru Muram. Sejak pagi gerimis bergantian dengan hujan deras. Semalam jam 20.22 WITA atau 19.22 WIB hpku menyala dan berita yang dikirim oleh Saut Situmorang berbunyi: “Gus Dur meninggal dunia.”

Tanpa basa-basi, tanpa bentuk hormat, hanya isi. Kuperlihatkan sms kepada Sonia dan pak Seken yang duduk di sebelah-belahku. Continue reading “Tamu di Malam Tahun Baru”

Bahasa ยป