Muhammadiyah dalam Gejolak Politik

Judul: Muhammadiyah dalam Dinamika Politik Indonesia 1966-2006
Penulis: Syarifuddin Jurdi
Pengantar: Prof. Ahmad Syafi?I Ma?arif
Penerbit: Pustaka Pelajar Yogyakarta
Cetakan: I, April 2010
Tebal: 520 halaman
Peresensi: Amin Musthofa*
http://oase.kompas.com/

Muhammadiyah akan menggelar Muktamar yang ke-42 pada Juli 2010 nanti. Hiruk-pikuk ihwal persyarikatan sudah mulai menyuruak sejak sekarang. Continue reading “Muhammadiyah dalam Gejolak Politik”

Sisi Gelap-Terang Permata Wanita

Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/
Judul: Her Story: Sejarah Perjalanan Payudara
Penulis: Naning Pranoto
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta
Cetakan: I, April 2010
Tebal: 259 halaman
harga: 45.000,-

Perempuan adalah permata kehidupan. Dalam setiap lekuk tubuhnya, Tuhan menganugerahkan permata yang indah dan menawan. Tubuh perempuan menjadi cawan autobiografi kehidupannya. Nietzsche bahkan berani menyebut tubuh perempuan mempunyai kecerdasan besar. Continue reading “Sisi Gelap-Terang Permata Wanita”

“Simpenen” Puisi Penggeli Hati

ILenk Rembulan
oase.kompas.com

Sebagian masyarakat pasti berpikiran bahwa puisi terdiri dari kumpulan kata yang penuh makna, kesan metafora dan njelimet bahkan sebagian berkata bahasa dewa atau bahasa Jiwa. Namun ditangan Slamet Widodo, puisi berubah menjadi lebih rileks, kadang menabrak pakem juga terkesan lugu dan lucu dalam menangkap fenomena social di lingkungan sekitar masyarakat kita. Continue reading ““Simpenen” Puisi Penggeli Hati”

Gesang, Keroncong Pencatat Zaman

Frans Sartono, Sri Rejeki
http://oase.kompas.com/

Pada musim kemarau tahun 1940 saya melihat Bengawan Solo kering airnya, padahal pada musim hujan airnya berlimpah. Dua keadaan yang sangat berlainan ini memberikan kesan yang dalam sekali bila dihubungkan dengan kehidupan manusia dan alam. Dimulai dengan senandung, saya goreskan pensil pada secarik kertas bekas pembungkus rokok dan terciptalah ?Bengawan Solo?.? Continue reading “Gesang, Keroncong Pencatat Zaman”

Sepeninggal Gesang di Waktu Petang

Wuryanti Puspitasari
oase.kompas.com

“Bengawan Solo, riwayatmu ini, sedari dulu jadi, perhatian insani,” Puluhan remaja menyanyikan lagu Bengawan Solo dengan syahdu dari atas kursi roda. Keterbatasan fisik tidak menyurutkan gairah mereka, melantunkan hingga habis lagu peninggalan maestro kerongcong, Gesang.

Mereka berderet-deret disamping rumah duka bersama puluhan orang lainnya untuk melepas kepergian sang legenda. Di bagian punggung seragam sekolah yang mereka kenakan, terpampang tulisan Sekolah Luar Biasa Yayasan Pembinaan Anak Cacat (SLB YPAC) Solo. Continue reading “Sepeninggal Gesang di Waktu Petang”

Bahasa ยป