Tetes Air di Kamar Jenazah Pak De

Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/

Kami hanya berdua, maksudku tentu bertiga, dengan Pak De Juri yang terbujur di ruang sebelah dengan tetes kran bocor yang terus juga menetes setetes-setetes, sementara aku tak mampu menutup telingaku yang bagaikan dibor tetes itu.

Ingatan buruk terbawa terus sampai tua, padahal peristiwa itu terjadi lima puluh dua tahun lalu ketika aku masih duduk di bangku SMP dan harus menemani Mas Darmo menunggu jenazah Pak De yang baru saja meninggal karena kecelakaan, di ruang jenazah RSU Kota Malang. Continue reading “Tetes Air di Kamar Jenazah Pak De”

Rahasia Emak

Noor Amanah
http://www.suarakarya-online.com/

Jangan pernah mengutuki kenyataan, betapun perihnya. Jika ada yang tanya siapa bapakmu, bilang saja ia sudah mati sebelum kamu lahir. Jangan ditambah-tambahi pesanku itu, jangan juga dikurangi. Ingat itu ya?

Demikian pesan yang disampaikan Emak beberapa tahun silam. Aku ingat betul pesan itu. Emak mengucapkan kalimatitu dengan nada bergetar. Getar yang tak pernah saya mengerti bahwa itu getar kemarahan seorang ibu, kemarahan yang bercampur kesedihan. Makanya saya tak berani bertanya lebih jauh lagi. Tepatnya saya tidak tega. Continue reading “Rahasia Emak”

Teknologi dan Teologi

Bandung Mawardi
http://suaramerdeka.com/

TEKNOLOGI memberikan janji surga hari ini untuk manusia. Janji itu menjelma dalam ekstase, efisiensi, pragmatisme, atau hedonisme. Teknologi secara eksplisit memberikan pilihan kepada manusia untuk menerima godaan atau risiko.

Manusia bebas menentukan diri dengan dalil dan iman. Teknologi pada hari ini berada dalam fragmen penting dan menempati posisi penting dalam konstruksi sejarah manusia. Teknologi hadir dengan iman dan sistem mirip dengan teologi (agama). Teknologi dan teologi adalah realisasi manusia dalam rasionalitas dan religiositas. Continue reading “Teknologi dan Teologi”

Diah Hadaning Di Usia 70 Tahun, Luncurkan Antologi 700 Puisi

Susianna
http://www.suarakarya-online.com/

Dalam blantika perkembangan sastra Indonesia, semakin bermunculan nama-nama penyair wanita, termasuk produktifitas karyanya yang luar biasa. Salah satunya Diah Hadaning yang di usia 70 tahun, menerbitkan antologi 700 puisi dari lebih 1000 puisi yang dihasilkan selama 37 tahun. Diah Hadaning menulis puisi sejak 1973 ketika usia 33 tahun. Antologi bertajuk 700 Puisi Pilihan : Perempuan Yang Mencari, diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jumat 7 Mei 2010 dalam kaitan ulangtahun ke-70. Continue reading “Diah Hadaning Di Usia 70 Tahun, Luncurkan Antologi 700 Puisi”

Bahasa ยป