Sunaryono Basuki Ks
http://www.suarakarya-online.com/
Kami hanya berdua, maksudku tentu bertiga, dengan Pak De Juri yang terbujur di ruang sebelah dengan tetes kran bocor yang terus juga menetes setetes-setetes, sementara aku tak mampu menutup telingaku yang bagaikan dibor tetes itu.
Ingatan buruk terbawa terus sampai tua, padahal peristiwa itu terjadi lima puluh dua tahun lalu ketika aku masih duduk di bangku SMP dan harus menemani Mas Darmo menunggu jenazah Pak De yang baru saja meninggal karena kecelakaan, di ruang jenazah RSU Kota Malang. Continue reading “Tetes Air di Kamar Jenazah Pak De”
