Kritik Sastra, Kritikus Sastra, dan Latar Belakangnya

Sudarmoko *
koran.kompas.com

Kajian akademik terhadap karya sastra Indonesia dimulai sejak mulai dibukanya lembaga pendidikan seperti fakultas Sastra di UI berupa sekolah tinggi sastra dan budaya sejak tahun 1929, atau UGM dengan fakultas sastra, pedagogik, dan filsafatnya tahun 1950. Kita pun baru mengenal kritikus sastra seperti Teeuw, Jassin, Umar Junus, dan beberapa nama lain kurang dari 50 tahun ini. Lalu, bagaimana kehidupan kritik dan kajian sastra sebelumnya? Dan apa pentingnya membicarakan dan mengotak-ngotakkan kritikus dan apresiator sastra Indonesia? Continue reading “Kritik Sastra, Kritikus Sastra, dan Latar Belakangnya”

Perempuan Beraroma Melati

Kurniawan Junaedhie
suarakarya-online.com

Saat itu sekitar jam 10 malam lewat. Lampu neon dan pesawat televisi sudah dimatikan. Cahaya hanya muncul samar-samar dari lampu teras yang menerobos masuk kaca riben jendela. Ruangan yang tadi siang berupa kantor merangkap apotek dan poliklinik yang luasnya 5 x 6 meter itu kini praktis sudah berubah fungsi menjadi barak. Orang bergeletakan seperti ikan asin. Continue reading “Perempuan Beraroma Melati”

Bahasa ยป