Posted by PuJa on June 30, 2010
S Prasetyo Utomo http://suaramerdeka.com/ 1. Lelaki Berkulit Legam TANAH gelap cokelat pekat. Gadis berkulit bening itu muncul dari rumah tua. Berdandan cantik, ranum, harum berahi. Langit terang gemerlap bintang-bintang, berpendar: jauh dan dekat, menyala dan redup. Ia berjalan di antara rumah-rumah rapuh tanpa penghuni. Kelelawar-kelelawar garang bersarang di dalam rumah-rumah melapuk, bercericit dan beterbangan dengan [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Teguh Winarsho AS http://www.sinarharapan.co.id/ Malam pucat di mata Tamin seperti selembar kertas kusam. Jidatnya berleleran keringat, tampak licin berkilat. Pandangan matanya remang, kabur, seperti dilingkupi kabut tebal. Tamin menggosok-gosok matanya dengan ujung jarinya yang berkuku panjang. Ada rasa perih menusuk. Juga kantuk yang masih mengutuk. Tapi Tamin tak mungkin bisa tidur lagi. Tamin akan melek [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Harapan Rumah Petak Rojali tak ada apa apa di sini. televisi, koran, dan sarapan pagi maupun gelas kopi. di depan meja kayu, kami biasa menguraikan masa lalu dan masa depan di atas telapak tangan masing masing. pagi hingga petang udara tak pernah berganti, selain dengus itu saja.
Filed under: Sajak
1 Comment »
Posted by PuJa on
M.D. Atmaja Siang hari, sewaktu matahari baru saja merangkaki langit, pada kehangatannya, dua manusia, lelaki-perempuan berjalan menyusuri pasir yang gemerisik membisik. Mereka bergandengan tangan, saling merekatkan diri agar salah satunya tidak terseret begitu saja. Agar keduanya dapat berjalan seiring, di jalan yang sama untuk saling mereguk hasrat, kemurnian asa, renyahnya pemahaman atau manisnya daging yang [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Nurel Javissyarqi Sekadar embel-embel: “Karena satu-satunya budaya yang benar ialah budaya revolusi; yakni, ia selalu dalam proses menjadi” (Jean Paul Sartre dalam pengantar bukunya Frantz Fanon, The Wretched of the Earth). *** Realisme, surealisme, abstrak dan sebagainya. Aku pandang hanyalah sudut pemaknaan dari kurun jaman. Suatu karya dimasa tertentu bisa dianggap surealis, diwaktu berbeda memasuki [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Patriotisme mengingat kembali bung karno membaca sejarah bangsa kita asalnya semangat anti penjajahan bertarung ide demi kemerdekaan : hari kelahiran putra sang fajar
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on June 29, 2010
RAMAH bencana makin rajin tiba menyemai derita dunia makin tua makin renta rentan marah marah bahaya aku tak percaya dunia lebih bijaksana tambah ramah seperti padi
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
PERTUNJUKAN KE SEKIAN panggung adalah lautan kilau lokan nyala ikan suara ombak telan menelan ada yang berhasil sampai ke dasar meski berperan sebagai perahu tapi bukannya karam
Filed under: Puisi
Posted by PuJa on
Maman S Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Sejumlah kritikus sastra yang berorientasi pada pendekatan sosio-kultural, berkeyakinan bahwa karya sastra tidak lahir secara serta-merta. Ia mula-mula sangat mungkin lahir dari sebuah peristiwa sebagai pengalaman selintasan, atau pengalaman melihat, mendengar, merasakan, bahkan sampai pada pengalaman dahsyat yang menakjubkan—menakutkan. Segala pengalaman itu mengeram, menduduki singgasana memori yang tak gampang dihilangkan begitu [...]
Filed under: Esai
1 Comment »