Upaya Menyiapkan Guru Sastra Berkualitas

Eko Israhayu
http://edukasi.kompasiana.com/

1. Pembelajaran Sastra, Memprihatinkan

Pembelajaran sastra di sekolah memprihatinkan! Adalah isu klasik yang tetap populer hingga kini. Isu tersebut jika diperbincangkan, seolah tidak pernah ada habisnya. Selalu muncul mata air masalah berkait dengan pembelajaran sastra di sekolah yang disinyalir tidak kunjung membaik. Taufiq Ismail bahkan sampai gregetan dengan kondisi pembelajaran sastra yang demikian ancur-ancuran. Sebab berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan berkait pembelajaran sastra dan mengarang pada siswa SMA di 13 negara tahun 1997, kondisi yang terjadi di Indonesia sungguh amat memprihatinkan. Continue reading “Upaya Menyiapkan Guru Sastra Berkualitas”

Akar dan Fungsi Sosial Dunia Sastra

Leon Trotsky (1923)
Sumber: The Social Roots and the Social Function of Literature. Trotsky Internet Archive
Penerjemah: Dewey Setiawan (April 2003)
http://www.marxists.org/

Perdebatan mengenai ?seni murni? dan seni bertendens sering terjadi diantara kaum liberal dan kaum ?populis?. Permasalahan tersebut bukanlah persoalan kita. Dialektika materialis berdiri di atas ini; dari cara pandang proses historis yang obyektif, seni selalu merupakan pelayan sosial dan berdasarkan sejarah selalu bersifat utilitarian. Continue reading “Akar dan Fungsi Sosial Dunia Sastra”

Pendidikan Sastra

Prof. Djohar
harianjogja.com

Pendidikan sastra dalam konteks ini tidak akan mempersoalkan bagaimana pendidikan sastra di sekolah. Fokus persoalannya adalah sastra sebagai produk kreativitas dan imajinasi yang dapat membangkitkan semangat pembacanya terhadap sesuatu interes kehidupan.

Sehingga masalahnya difokuskan kepada hal-hal berikut: Bagaimana karya sastra dapat digunakan untuk membangkitkan patriotisme dan nasionalisme atau kebangsaan? Bagimana karya sastra dapat digunakan membangkitkan empati? Continue reading “Pendidikan Sastra”

DUA PENGARANG SINGARAJA…

Keindahan Toleransi Perbedaan…

IBM. Dharma Palguna
balipost.co.id

SINGARAJA, atau Buleleng umumnya, dari dulu sampai sekarang melahirkan banyak pengarang. Dari sekian banyak pengarang itu, ada dua orang pengarang yang serupa tapi tidak sama: Panji Tisna dan Ida Ketut Jelantik.

Keduanya sama-sama membuat Singaraja bangga tapi dengan cara berbeda. Bukan hanya cara mereka berbeda, cara berpikir dan pandangan dunia mereka juga berlainan. Kasus ini menarik perhatian, karena pada masa itu Singaraja ”hanyalah” sebuah kota kecil, atau sebuah kampung besar. Continue reading “DUA PENGARANG SINGARAJA…”

Supersemar: Surat Pusaka Para Penguasa

Gugun El Guyanie
http://www.bernas.co.id/

SIMPANG siur sejarah surat pusaka “Supersemar” tanpa tersadari oleh seluruh elemen bangsa telah berusia 44 tahun. Surat Perintah Sebelas Maret 1966 yang menjadi penanda beralihnya singgasana kekuasaan dari Orde Lama yang dibintangi Soekarno, ke Orde Baru dengan Soeharto dan militernya. Sejarah memang telah menjadi milik penguasa. Terbukti rezim Orde Baru menancapkan taring kekuasaannya, dokumen tentang surat pusaka yang sakti Supersemar tidak pernah dikupas legitimasinya. Continue reading “Supersemar: Surat Pusaka Para Penguasa”

Bahasa ยป