Saat Sakit, Resep Soekarno Disimpan di Laci

Asvi Warman Adam
http://terpelanting.wordpress.com/

Tanggal 12 Januari 2008 pukul 09.44 di Cendana, Ismail Saleh membagikan fotokopi tulisannya yang dimuat pada harian Pelita berjudul Marilah Kita Bangsa Indonesia Wujudkan Petuah: Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Di dalam artikel yang ditulis mantan Jaksa Agung era Orde Baru itu dikatakan bahwa Soeharto mengagungkan nama Soekarno dan mengubur dalam-dalam kesalahan Bung Karno. Continue reading “Saat Sakit, Resep Soekarno Disimpan di Laci”

KARYA-KARYA BESAR SASTRA “WAHYU PROFAN” DALAM SEJARAH MANUSIA *)

Sihar Ramses Simatupang
terpelanting.wordpress.com

Karya sastra memegang sebuah tanggung jawab yang begitu besar. Akademi Swedia “yang setia menganugrahi penulis dari berbagai belahan bumi dengan penghargaan Nobel” mengatakan pengarang melalui teks harus senantiasa memberikan peradaban dalam sebuah komunitas masyarakat. Hal ini kemudian menjadi pemahfuman betapa nilai ekstrinsik berperan penting dalam dimensi teks sastra. Continue reading “KARYA-KARYA BESAR SASTRA “WAHYU PROFAN” DALAM SEJARAH MANUSIA *)”

Ekologi Bahasa Sunda

Hawe Setiawan *
cetak.kompas.com

Ratapan penutur bahasa Sunda cenderung menggeser tema kerusakan ke kepunahan bahasa. Tema murung itu memang sejalan dengan kecenderungan menyusutnya bianglala bahasa di dunia. Namun, hal terpenting ialah cara merealisasikan hak orang Sunda atas bahasa ibunya seraya memastikan peran sosial bahasa itu kelak. Dalam hal ini adaptasi atas prinsip ekologi ke dalam bidang linguistik kiranya layak dilirik. Continue reading “Ekologi Bahasa Sunda”

Penyair dan Alquran dalam Rekaman Sejarah

Aguk Irawan MN *
Harian Republika

Penyair-penyair itu diikuti orang-orang yang sesat. Tidakkah kau lihat mereka menenggelamkan diri dalam sembarang lembah khayalan dan kata. Dan mereka sering mengujarkan apa yang tak mereka kerjakan. Kecuali mereka yang beriman, beramal baik, banyak mengingat dan menyebut Allah dan melakukan pembelaan ketika didzalimi. (QS As-Syu’ara, 224-227) Continue reading “Penyair dan Alquran dalam Rekaman Sejarah”

Bahasa »