Teh Tanpa Gula

Win R.G.
http://www.hariansumutpos.com/

Lambat-lambat kulihat ia melembutkan jahe seukuran kelingking di sebuah batu, tampaknya malam ini sakit kepalanya kumat lagi. Jika jahe itu selesai ditumbuk, akan langsung ditempel di kepalanya kanan dan kiri dekat mata dan direkatkan dengan sehelai kain. Maka jadilah ia seorang pendekar sepanjang malam.

?Kenapa, Mak?? tanyaku yang membuntutinya sedari tadi. Ia menoleh ke arahku dengan berat, matanya menyipit seperti menahan sakit yang amat sangat. Continue reading “Teh Tanpa Gula”

Sihir Pasir

Miftah Fadhli
http://www.hariansumutpos.com/

Di pantai itu aku melihat sepucuk awan membentuk perlambang. Sebuah awan menggumpal dengan dua pucuk menggembung, dimana lembahnya membentuk lengkung ganjil yang tajam: hati.

Apakah itu lambang bahwa di sini, di Pantai Putra Deli ini aku bisa menemukan cinta sejati? Tidak. Aku tidak berharap bisa menemukan siapapun. Sebab di sini aku hanya bisa melihat sebaris gelombang berderai-derai berlomba menuju bibir pantai. Sisa-sisa cangkang kerang yang terdampar membentuk segaris berlengkung-lengkung. Continue reading “Sihir Pasir”

Facebook dan Sastra Kita

Panda MT Siallagan
http://www.hariansumutpos.com/

Sastra Indonesia mutakhir diwarnai beragam defenisi dan polemik yang menyertai perjalanannya. Pernah menghangat perdebatan tentang sastra kontekstual versus sastra universal di era 80-an, lalu belakangan menyusul sejumlah polemik tentang sastra buku, sastra majalah, sastra koran, sastra saiber, sastra komunitas dan terakhir sastra facebook. Continue reading “Facebook dan Sastra Kita”

Abangan

Goenawan Mohamad
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pada suatu saat di abad ke-19, seorang sastrawan Jawa bertanya gelisah kepada dirinya sendiri: lebih berat ke manakah hatiku, ke Allah atau ke Ratu?

Untuk beberapa lama ia tak bisa menjawab. Tapi akhirnya ia, seperti tertulis dalam kitab Wedatama, me-nentukan sikap: dalam soal bot Allah apa gusti, kese-tia-annya tertuju lebih kepada ia yang bertakhta di bumi. -“Allah” bukan pilihan pertama. Continue reading “Abangan”

Bahasa ยป