Sajak-Sajak Saut Situmorang

SAJAK MIMPI (buat Wiji Thukul)

Indonesia adalah sebuah negeri tropis, terdiri dari ribuan pulau besar kecil, dikelilingi laut berair biru berombak putih di pantai, penuh ikan macam macam, negeri tropis punya hutan rimba tropis, penuh makhluk hidup macam macam, bergunung gunung tinggi, gunung berapi dan yang tak berapi, punya danau danau biru besar kecil, penuh ikan macam macam, punya sungai sungai besar kecil panjang pendek, berair tidak hitam tidak kuning kotor, penuh ikan macam macam, punya cuma dua musim tidak satu tidak tiga tidak juga empat, cuma dua musim satu tahun, enam bulan turun hujan dan enam bulan turun bukan hujan, punya satu matahari tropis, matahari bulat besar panas merah tidak gepeng tidak biru tidak dingin tidak beku, matahari yang ingat waktu, waktu untuk terbit dan waktu untuk tenggelam, waktu untuk tidak terbit waktu untuk tidak tenggelam, matahari yang tahu diri, tahu bangun pagi jam enam subuh dan pulang ke balik cakrawala jam enam petang, punya bulan perak bukan emas bukan perunggu, bulan sabit bulan tak sabit, bulan purnama bulan tak purnama, punya bintang bintang kecil berkelipan tak terhingga jumlahnya, bukan bintang besar kayak jendral yang suka bikin anak kecil modar, tapi bintang bintang kecil yang biru yang abu abu yang membuat anak kecil menyanyi tertawa lucu, punya langit yang secukupnya saja besarnya, langit biru langit tak biru langitku rumahku, langit normal langit tropikal berawan dan tak berawan, langit tempat burung macam macam bukan burung garuda saja terbang cari makan pacaran kawin beranak dan mati bukan kena tembak, bukan tempat piring piring terbang seenaknya, negeri besar berpenduduk besar, punya ratusan juta manusia besar kecil gendut ceking panjang pendek tinggi rendah jantan betina, manusia manusia berkulit macam macam hitam coklat kuning putih kehitaman kecoklatan kekuningan keputihan, berpanu berkoreng berjerawat berkusta mulus bak kertas yang menunggu puisi penyair pemimpi, manusia manusia berambut lurus agak lurus benar benar tak lurus berambut gondrong sepantat kayak penyair yang income-nya tersendat sendat tak gondrong setengah botak kayak polisi tentara yang pangkatnya sangat rendah betul betul botak kayak kura kura yang pura pura tak suka peribahasa, manusia manusia macam macam, suka makan anjing tak suka makan anjing suka makan babi tak suka makan babi suka makan kambing tak suka makan monyet suka makan kerbau tak suka dipanggil kerbau tak bisa hidup tanpa nasi bisa hidup tanpa whisky vegetarian apa itu vegetarian, nak penyair, suka punya istri banyak tak suka punya suami banyak, suka punya anak suka sama anak anak tidak suka dibilang anak anak, anak anak main bola kaki main badminton main layangan main hujan main becek main main lupa sekolah lupa makan lupa rumah lupa orang tua lupa kalau cuma anak anak, manusia macam macam yang menyebut dirinya orang Indonesia tahu bahasa Indonesia suka makanan Indonesia gemar puisi Indonesia selalu membeli buku buku puisi Indonesia tak pernah absen di pembacaan puisi Indonesia, manusia macam macam suka politik tak suka politikus yang moncongnya kayak tikus yang belakangnya kayak tikus yang perutnya penuh tikus yang baunya kayak tikus yang bancinya kayak tikus yang nanti kalau mati cuma jadi santapan tikus tikus, negeri tropis yang tak punya tentara polisi bengis, tentara yang cuma berani kalau pakai seragam bawa senjata tak sendiri pula, polisi yang cuma berani sama tukang becak dan petani petani tahu diri, tak punya presiden tak tahu diri presiden yang mabuk sempoyongan sendiri tanpa arak bali tripping gonjang ganjing tanpa ekstasi stoned fly terlalu banyak semadi puja puji omong kosong jilat pantat keparat bodat presiden presidenan yang menganggap dirinya anak tuhan yang anak anaknya bertingkah kayak cucu cucu tuhan, negeri tropis punya tuhan tuhan manis tuhan bengis manis bagi yang manis bengis bagi orang orang terkutuk yang sudah terlalu lama membuat Indonesia menangis!

Indonesia adalah mimpi di mana aku tak perlu lagi bermimpi seperti ini!

BERNAPAS DALAM LUMPUR

KUBIKIN PATUNGMU DARI SAMPAH BEKAS RUMAH-RUMAH PENDUDUK PORONG INI YANG KAU HANCURKAN DENGAN LUMPUR GAS BERACUN KESERAKAHANMU, BAKRIE, LALU KULUDAHI KAU TIGA KALI ATAS NAMA TIGA DUNIA, ATAS TENGAH BAWAH, PUIH! PUIH! PUIH! LALU KULEMPARKAN KAU KE DALAM DANAU LUMPUR GAS BERACUNMU ITU DIMANA KAU AKAN TERKUBUR HIDUP-HIDUP TAK MATI SELAMA-LAMANYA SAMBIL KUSERUKAN MANTRA MAKIAN INI “PUKIMAK KAU, BAKRIE! BERNAPASLAH DALAM LUMPUR SELAMANYA!”

Jogja, 30 Mei 2010

1966 (untuk Jimi Hendrix)

di malam aku lahir
bulan merah api
dan hujan turun
langit merah basah
bumi merah basah

orang orang menangis
orang orang marah
dan orang orang ketakutan

di malam aku lahir
anjing anjing setan gentayangan di jalanan
mendobrak rumah rumah
dan membunuh dan membunuh dan membunuh

bulan merah api
malam merah api
rumah rumah dicat merah darah
jalanan merah darah
sungai sungai merah darah
danau danau merah darah
dan mayat mayat rusak terapung
di sungai sungai danau danau merah darah
di bawah hujan merah darah

di malam aku lahir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *