Sajak-Sajak Imron Tohari

Tembang Kasmaran

Saat cinta hembuskan wangi
Langkah kaki ringan berseri
Merenda mimpi bersama bidadari
Hasrat asmara laksana api

Jiwa o terbuai jiwa
Terbang melayang melaung kenang
Pada hati tiada bimbang
Selarik nama pun terucap mesra

Dirimu o! dirimu kekasih
Bila tiba masa di! nanti
Kugandeng tanganmu meniti pe!langi
Bersulang o! bersulang, hilang pedih

Kujaga sayang tak! selayang pandang

2009

Melaung Lesap

berdiri di tepi pantai
menatap ombak bergulung sendiri
membentur karang air tercerai
berdegap-degap* rinai teruntai

di hampar pasir pasir
mematik syahdu di relung hati
rencam* tergurat segala memori

tentang, ku
tentang, mu

di hampar pasir

untuk terkasih
ada menunggu?

2009

*berdegap-degap: berdebar-debar keras

*rencam, merencam: tidak nyata atau
tidak jelas kelihatan; mengaburkan mata
(krn terlampau banyak atau halus-halus
sekali)

Kidung Kasmaran

Sudah jauh di rantau asa
Jauh pula sanak saudara
Nyinyir kecut rindu segala
Pada kekasih di belah samudra

Tidak guna kupikir murung
Bertambah umur entah berkurang
Biar masam berkerut kening
Kutepis resah gundah kugantung

Selepas hujan kucumbu suria
Ku ajak dara menari bianglala
O cinta,sebentar waktu kupastikan ada
Dua jiwa menyatu raga

Merindu rindu kasih di pulau
Berharap harap pada sang kala
Kalungkan doa sepenuh segala

: Aih dara?
harapku membuncah hingga Nirwana

2009

Bersamamu

Aku berjalan di taman bidadari
kudengar segala riang bernyanyi
dengan lembut kuhampiri dirimu
sepenuh harap kugandeng tanganmu

Oi,kutatap mesra merona pipimu
berlapis senyum tersipu malu
suka suka berlatar pelangi
indah nian, o, warna warni

Bagai bunga musim semi
merekah harum di taman hati
segala duka pergi menepi
kala sejoli riang menari

Duhai Tuhan pemantik mimpi
betapa hidup kian berarti
kala jiwa menyatu ada,
memindai makna indahnya syurga.

2008 rev 2009

Kidung pelangi

Di pinggir telaga
lama kita duduk berdua
awan pun cerah berseri
tapi tidak dengan lengkung pelangi

Kamu bilang
warna-warni itu telah menghilang

Ah, kamu salah mengerti, jelita
lihat di atas sana?
seperti semasa kita kecil dulu
biar tanpa lengkung pelangi, langit tetap biru

Duh jelita
tidak semua alam dengan kidung yang sama
namun begitu kemarikan tanganmu

: Untukmu
kan lukis indah pelangi di pucuk-pucuk rindu

2009

Melarung Resah

Rimbun belukar beronak onak
duri mencuat sisakan guratan
darah menetes di tubuh rentan
ku-pacu jantung, tetap berdetak

Biar setan riuh bersulang
pantang diri berkata serah
semampang nafas belum terbelah
pasti ku-gulat aral melintang

Apatah arti dawai harpa
bila tak denting di bianglala
apatah guna kucumbu duka
bila asa penuh segala

Ini akal, ini pikiran
belukar beronak kubakar abu

2009

Tadabur Cinta

Banyak sudah pedih kurasa
Terjal berliku ujian Cinta
Dalam kumbangan madu cekat
Gejolak asmara terkungkung sekat

O malam, malam suram bulan bertudung
Kutulis sajak di mural jantung
Kuseduh hikmah segala coba
Menadaburkan cinta berkalam surga

Kini, saat kembali mengingatmu
Dalam kedalaman Istiqomah nurani
Hangat air mata tiada lagi pilu

: Karena jiwaku tlah berkhalwat

2010

tadabur Ar v, menadaburkan v merenungkan: di samping membaca Alquran, Anda juga harus ~ makna-maknanya
berkhalwat v 1 mengasingkan diri di tempat yg sunyi untuk bertafakur, beribadah, dsb.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *