Posisi Negeri Pengarang di Jawa Timur

(Surat Terbuka Buat Arif B Prasetya, W. Hariyanto, Fachrudin Nasrullah, Rahmat Giryadi)

S. Jai *

HAMPIR pasti tiada suatu negeri tanpa bayang-bayang penguasa. Fatalnya hal serupa terjadi pada negeri sastra -tempat berdiam puisi, prosa atau drama. Ini yang tertangkap dari sebalik ulasan kritikus sastra Arif Bagus Prasetyo tentang “Jawa Timur Negeri Puisi,” Jawa Pos 25 Juli lalu.

Prosa berada di bawah bayang-bayang puisi. Sementara ekspresi penyair berada di sebalik kurungan keengganan dan kemiskinan berbahasa Indonesia. Dengan kata lain visi kepenyairan lebih berada di bawah ketaksadaran ketimbang kesadaran akan -dalam bahasa Gadamer- bildung, weltanchauung, sensus communis, judgement, taste. Continue reading “Posisi Negeri Pengarang di Jawa Timur”

INDONESIA, ITU SAJA!

Liza Wahyuninto
http://celaledinwahyu.blogspot.com/

Sejarah adalah kumpulan banyak hal yang bisa kita hindari (Konrad Adenauer)

Membincang keindonesiaan adalah seperti bercerita tentang diri kita kepada seorang teman. Keindonesiaan adalah kehidupan kita sehari-hari dalam memaknai diri sebagai warga Negara Indonesia. Tentu saja, keindonesiaan kemudian menjadi harga mati bagi setiap warga Negara yang dilahirkan di negeri surgawi ini. Cara memaknainya juga beragam, dan tidak harus diseragamkan. Continue reading “INDONESIA, ITU SAJA!”

Memutus ”Lingkaran Setan” Konflik Papua

Ahmad Nurhasim*
http://www.jawapos.co.id/

Papua selalu diidentikan dengan konflik dan kekerasan selama puluhan tahun. Padahal, kepulauan yang luasnya tiga kali lipat Pulau Jawa itu memiliki kekayaan alam yang melimpah, alam yang indah, dan penduduknya hanya sekitar 4 juta jiwa (Papua dan Papua Barat).

Papua adalah satu-satunya provinsi yang memiliki sekitar 500 bandar udara ukuran kecil. Pesawat merupakan satu-satunya alat transportasi cepat yang memudahkan perpindahan orang dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Continue reading “Memutus ”Lingkaran Setan” Konflik Papua”

Namrud dan Matahari Ibrahim

Salman Rusydie Anwar

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: “Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan,” orang itu berkata: “Saya dapat menghidupkan dan mematikan.” Ibrahim berkata: “Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat,” lalu terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Continue reading “Namrud dan Matahari Ibrahim”

Setangkai Zaitun Bangsa Palestina

Yosephine Maryati *
jawapos.co.id

Kawasan Timur Tengah tak putus dirundung pergolakan. Bangsa Palestina terus terisolasi di kampung halaman sendiri. Invasi konyol salah rancang yang mahal dan bersimbah darah ke Iraq merupakan bencana strategis Amerika Serikat (AS). Iraq karut-marut dalam perang saudara memilukan setelah Saddam Hussein dimakzulkan. Israel-Palestina makin terperosok ke dalam pusaran konflik. Hamas dan Fatah makin berebut dominasi komunitas Palestina. Iran makin ngotot menguasai siklus senjata pemusnah masal. Syria-Lebanon terus bersengketa dengan Israel soal dataran tinggi Golan. Al Qaidah makin beringas menjadikan AS sasaran agresi. Continue reading “Setangkai Zaitun Bangsa Palestina”

Bahasa ยป