Ma’iyah: Kepemimpinan Bani Syari’at

Memoar I Padhang mBulan 26 Juli 2010

Sabrank Suparno

Sepeninggal bapak pluralisme (KH. Abdurrahman Wahid), para sejarawan mulai me-nganalisa rumusan pemikiran baru. Rumusan baru itu ditarik berdasarkan gelombang waktu yang mengalami padatan momental. Dimana warna kepemimpinan yang berhasil dan membuat nama besar kerajaan, ditandai dengan lahirnya sosok pemimpin dari kalangan bawah. Continue reading “Ma’iyah: Kepemimpinan Bani Syari’at”

Penerbit, Hargailah Pembacamu!

Diana A.V. Sasa*
http://www.jawapos.co.id/

Di rubrik ini, dua minggu lalu (1/8/2010), Sunaryono Basuki dalam tulisannya, Buku Cetak Ulang, Lebih Menguntungkan, saya bayangkan sedang menuding pembaca dengan pongahnya sembari menjadi pembela penerbit yang ciamik.

Contoh pembaca yang kecewa karena merasa dikibuli penerbit setelah membeli buku Budi Darma, bila saya boleh sedikit “rumangsa” rupanya merujuk kepada tulisan saya di rubrik ini (Mempertanyakan Etika Penerbit Buku Recycle, 30/11/2008). Continue reading “Penerbit, Hargailah Pembacamu!”

Sajak Budhi Setyawan di joernal sastra boemipoetra

http://budhisetyawan.wordpress.com/
Ada 3 sajak saya yang termuat di media alternatif yang terbit di Tangerang yaitu joernal sastra boemipoetra edisi Juli-September 2010. Ketiga sajak tersebut berjudul: Mengantuk Negeriku, Kembalikan Zaman Kami, dan Kisah sebuah Negeri yang Suka Dijajah. Alamat email joernal sastra boemipoetra adalah: boemiputra@yahoo.com

Sajak-sajak yang dimuat boemipoetra saya tulis dengan diksi sederhana dan lugas. Sajak-sajak ini saya anggap semacam sajak protes atas kondisi rusaknya bangsa ini. Continue reading “Sajak Budhi Setyawan di joernal sastra boemipoetra”

Terpenjaranya Sang Guru

M.D. Atmaja

Waktu berlari dengan cepat ketika manusia merangkak di dalam kegelapan di dalam ketakutannya. Mahluk berjalan tegak, melesat dengan dua tangan dan dua kaki terlipat. Bersembunyi dari kerlip bintang. Menyelidik malam ketika mahluk sejenisnya tertidur. Dia ini, seperti bukan manusia. Dia merambat, menapaki huruf demi huruf dan menafsirkannya seperti ketika para leluhur menatap semesta alam yang bergelayut dalam irama. Dia lah lelaki dengan bekal rasa yang tersemat di dada terus menjajaki setiap jejak-jejak kehidupan. Continue reading “Terpenjaranya Sang Guru”

Bahasa ยป