Besutan Sebagai Bingkai Inspirasi Sosial

Sabrank Suparno

Di Jombang, seni Besutan tergolong pementasan teater tradisional. Istilah ‘Besut’ diambil dari kiroto boso (kiro-kiro boso seng ceto) yang artinya “mbeberno maksud’// memaparkan uneg-uneg dan tujuan.

Seni besutan di Jombang pertama kali diperankan oleh Pak Santik (1894-1897) saat Pak Santik menjadi abdi dalem di kantor Kabupaten Jombang. Selain sebagai abdi dalem Kabupaten, Pak Santik juga sebagai petani tulen. Sembari menunggu hasil panen itulah Pak Santik mengisi hari-hari luangnya dengan mengamen keliling. Continue reading “Besutan Sebagai Bingkai Inspirasi Sosial”

Cerita Rakyat di Jombang Menuggu Ajal;

Sebuah Mutiara Yang Terlupakan
Aang Fatihul Islam
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Ijo dan abang itulah dua kronim yang selalu melekat pada kota Jombang, sebuah perpaduan antara golongan santri dan abangan. Jombang adalah sebuah analogi miniatur kecil pluralisme yang terwakili dua akronim ijo dan abang. Jombang walaupun hanya kota kecil, tetapi di dalamnya tersimpan banyak hal menarik. Ini yang menyebabkan kota jombang selalu menarik untuk dikaji. Jombang tiada henti-hentinya menjadi sorotan, mulai sebutan kota santri, kota kelahiran Riyan sang jagal, kota kelahiran Ponari Sang dukun cilik, kota budaya, sastra dan sebagainya. Continue reading “Cerita Rakyat di Jombang Menuggu Ajal;”

Bahasa »