Buku Di Balik Penjara

A Qorib Hidayatullah
http://indonimut.blogspot.com/

Rupa-rupanya, penjara tak melulu sebagai tempat para pesakitan yang terpatologi secara sosial hingga akhirnya mereka tak produktif.

Banyak karya literasi bertengger dahsyat di balik terali penjara. Pada masa kolonial, Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan lain-lain membesut pemikiran-pemikirannya di ruang tahanan. Bung Hatta menulis, ?Dengan buku, kau boleh memenjarakanku di mana saja. Karena dengan buku, aku bebas!.? Continue reading “Buku Di Balik Penjara”

TUHAN IJINKAN AKU MENJADI PELACUR (TIAMP):

Memoar Luka Seorang Muslimah
Diana A.V. Sasa
http://indonesasa.wordpress.com/

Buku (karangan Muhidin M. Dahlan) ini pertamakali kubaca sekitar tahun 2003- 2004. Saat itu masih susah untuk dapet buku ini, soalnya sempat mau dibakar segala setelah muncul kontroversi. Aku dapat dari nitip seorang kawan yang jalan-jalan ke Jogja. Itupun dia dapetnya mesti muter seluruh toko buku dan cuma dapet satu, yang tinggal satu-satunya. Harganya 28.000. Aku tahu buku itu dari seorang teman. Continue reading “TUHAN IJINKAN AKU MENJADI PELACUR (TIAMP):”

Rokok

Salman Rusydie Anwar

Siang itu, aku terkapar kepanasan di beranda rumah. Kurangnya pepohonan di sekitar halaman membuat suasana rumahku tetap terasa gerah meski saat itu aku bertelanjang dada. Belum lagi posisi rumah yang berada tepat di pinggir jalan besar yang setiap hari tak pernah sepi dari bisingnya suara kendaraan. Rasanya begitu muak bertahan lama tinggal di rumah itu. Tapi untuk pindah ke daerah lain yang lebih sejuk juga tak mungkin. Harga tanah sekarang ini mahal sekali dan hal itu jelas tak akan terbeli oleh penghasilanku yang cuma sebagai penjual asongan rokok, yang berkeliling di dalam pasar dan terminal angkot. Continue reading “Rokok”

Mistik Pesantren dalam Puisi dan Cerpen II

Bagian terakhir dari dua tulisan
Binhad Nurrohmat
http://www.infoanda.com/Republika

Kisah-kisah mistik dalam dunia pesantren menjadi bagian yang dominan dan menarik dalam cerpen-cerpen Gus Mus. Kisah-kisah dalam cerpen Gus Mus penuh kejutan surealistik dengan cara bercerita Gus Mus datar-datar saja. Tanpa teknik bercerita yang canggih. Misalnya, cerpen Gus Jakfar. Continue reading “Mistik Pesantren dalam Puisi dan Cerpen II”

Mistik Pesantren dalam Puisi dan Cerpen I

Bagian pertama dari dua tulisan
Binhad Nurrohmat
http://www.infoanda.com/Republika

Keberadaan pesantren selama ratusan tahun di negeri ini telah menjadikannya sebagai satuan ranah subkultur dengan corak tradisi yang khas dan hidup di antara kultur-kultur yang lain. Pesantren mempertahankan dan mengembangkan keberadaannya dalam jangka waktu panjang dengan mentransformasi secara eklektik kondisi masyarakat sekitarnya tanpa melenyapkan jati dirinya. Continue reading “Mistik Pesantren dalam Puisi dan Cerpen I”

Bahasa ยป