Gandrung

Lan Fang *
jawapos.co.id

APAKAH kau pernah melihat bulan bulat dengan kilap mentega? Itu hanya terjadi setahun sekali. Ketika itu pekat akan menyingkir dari semesta galaksi. Langit bersih seperti baru dicuci oleh hujan. Gelembung-gelembung harum alam merintik dari segenap pori-pori awan.

Konon, dahulu, pada saat bulan bulat sekilap mentega, orang-orang Cina berkumpul di halaman rumah mencecap kue manis berisi biji lotus, kacang hijau, dan gula merah yang manis. Mereka bercengkerama memandang bulan purnama ditemani teh sepat sampai lewat malam. Continue reading “Gandrung”

Sang Pencerah; Islam di Jawa pada Suatu Masa

Mumu Aloha
http://www.jawapos.co.id/

SUTRADARA Hanung Bramantyo punya kesibukan baru: menemani para pejabat dan tokoh masyarakat yang sedang dilanda demam Sang Pencerah, film karya terbarunya. Tak jarang, pada satu saat dia harus memilih karena waktunya bentrok. Seperti malam itu, Hanung ”terpaksa” tak bisa menemani Setiawan Djodi karena pada saat yang sama, Amien Rais juga membutuhkan kehadirannya untuk nonton film tersebut. Continue reading “Sang Pencerah; Islam di Jawa pada Suatu Masa”

Diagnosis Penyakit Jiwa Kolektif

Judul : Asvattha, The Journal of Psychology
Pengarang : Sutarto Wijono, Hardani Widhiastuti, Michael James Braund, Novi Qonitatin, AM Hendropriyono
Tahun : April, 2009
Penerbit : Asvattha Institut dan Fakultas Psikologi USM
Halaman :102 halaman.
Peresensi : Saifur Rohman
http://suaramerdeka.com/

TUDUHAN tentang ?universitas sebagai menara gading? atau ?keilmuan yang tidak pernah membumi? sekurang-kurangnya bisa ditepis dengan penerbitan buku ini. Continue reading “Diagnosis Penyakit Jiwa Kolektif”

Gagasan sang “Beyonder”

Judul: Beyond Parlemen, dari Politik Kampus hingga Suksesi Kepemimpinan Nasional
Penulis: Dr Yuddy Chrisnandi
Penerbit: Ind Hill Co, Jakarta
Cetakan: II, September 2008
Tebal: xii + 372
Peresensi: B Tri Subeno
suaramerdeka.com

SUDAH lama muncul sinisme terhadap lembaga perwakilan atau legislatif kita. Pernah ada istilah datang-duduk-diam-duit untuk menggambarkan para “wakil rakyat” yang tidak bekerja serius, antara lain untuk memperjuangkan nasib rakyat yang diwakili. Bahkan istilah “wakil rakyat” pun digugat karena kenyataan sebagian di antara mereka lebih tepat sebagai “wakil partai”, atau bahkan “wakil dirinya sendiri”. Continue reading “Gagasan sang “Beyonder””

Bahasa ยป