Posted by PuJa on September 30, 2010
Sabrank Suparno http://forumsastrajombang.blogspot.com/ Secara filologis, nilai sastra di Indonesia mengalami perubahan sejak tahun 1998. Perubahan itu dipengaruhi oleh bergulirnya reformasi: terbukanya pagar demokrasi terpimpin (zaman Soeharto). Masa reformasi ini kemudian membentuk entitas baru, dimana sistem kebebasan menjadikan gerakan apapun tampil seperti harimau lapar yang berlarian keluar dari ladang. Senyawang pintu pagar terbuka lebar.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Denny Mizhar “Perjalanan ini masih panjang, sayang. Siapkan perbekalan yang cukup agar kita sampai pada tujuan dengan selamat”. Kau mengatakan itu untuk terakhir kalinya padaku. Saat kita harus dipisahkan oleh keadaan yang membawamu entah ke mana. Aku pun bertahun-tahun mencarimu, tapi hasilnya nihil. Aku kunjungi penjara-penjara yang mengurung tahanan politik tapi tak ada kamu. Aku [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on September 29, 2010
Sri Wintala Achmad Harian Merapi Yogyakarta Tidak ada yang dilakukan Sobrah, selain membantai lalat-lalat yang memasuki ruangan kosnya dengan sapu lidi. Lalat-lalat itu sudah keterlaluan. Mengerumuni Sobrah saat menulis. Menghinggapi cangkir berisi kopi yang disiapkan istinya sebelum berangkat kerja ke pabrik tekstil. Layar monetor telah menyala. Halaman Ms-Word sudah siap menampung luncuran kata-kata dari otak [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Rieza Fitramuliawan http://www.ruangbaca.com/ Hari itu ratusan orang mengantre di toko buku Kinokuniya Singapura. Sekelompok remaja terlihat memakai kostum mirip para tokoh dalam serial The Sandman. Para remaja putri memakai kostum baju kawinan warna hitam dengan rok panjang menjulur ke lantai. Wajah mereka dicat putih. Sementara para remaja pria memakai jubah panjang dan rambut jingkrak dengan [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Yos Rizal http://www.ruangbaca.com/ Trilogi Sandhora karya Teguh Santosa bercerita dengan cara yang unik dan penataan panel yang eksperimental. Sebuah mobil berhenti di depan panti asuhan. Seorang lelaki bersepatu turun dari mobil, berikutnya disusul kaki polos seorang wanita. Wanita itu tak memakai sandal atau sepatu hak tinggi. “Buruan!” kata sang lelaki. “Tuan, Tega! Tega!” perempuan berkaki [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Ellyzan Katan http://www.riaupos.com/ Senja yang tidak biasa, begitu pikir Aslan. Di beberapa titik langit, gumpalan awan berserabut seperti sarang lebah. Aslan menjadi gugup. Pikirannya beterbangan ke mana-mana. Sesekali singgah juga ke kampung nelayan, kampung yang telah lama ditinggalkannya. Hmm, Aslan menyadari, itu merupakan ingatan singkat yang selalu mengganggu. “Aku tak akan terpengaruh. Tak akan!”
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Zurnila Emhar Ch http://www.riaupos.com/ Naya kembali merapatkan jaketnya. Angin malam begitu tajam menusuk kulitnya. Dingin! Tapi ini bukan alasan agar ia segera menenggelamkan dirinya dalam selimut. Pekerjaan ini harus selesai malam ini. Ia tidak ingin kehilangan langganan hanya karena ia tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Setiap malam selalu begitu. Naya harus berjuang melawan dingin [...]
Filed under: Cerpen
Posted by PuJa on
Gde Agung Lontar http://www.riaupos.com/ Tiba-tiba saja sebuah alamat yang asing masuk ke dalam kotak masuk surelku. tuhan@el-langit.com. Apa pula ini?; pikirku. Apakah ada seseorang yang tengah iseng? Dini hari itu aku belum lagi mengantuk, karena itu komputer kuhidupkan dan berselancarlah aku ke dalam dunia maya internet. Beberapa situs segera kubuka secara bersamaan, dan tentu saja [...]
Filed under: Cerpen