Belajar Sastra Inggris, Buat Apa?

Fay Ahmed
http://edukasi.kompasiana.com/

Sastra Inggris sebagaimana Bahasa Inggris merupakan sesuatu yang dianggap ?asing? oleh sebagian besar warga negeri ini. Mungkin ada kaitannya dengan fenomena politik bahasa nasional masih yang mendudukkan bahasa Inggris termasuk kesusastraanya sebagai bagian dari bahasa asing, bukan sebagai bahasa pengantar di sekolah dan kampus kecuali di kelas-kelas tertentu di sekolah berstandar internasional (SBI). Hal ini diperparah dengan masih sedikitnya literatur puisi, novel atau drama Inggris yang dipajang di rak-rak perpustakaan kampus dan sekolah.

Hal ini adalah persoalan yang memprihatinkan karena Sastra Inggris sebagai bagian dari warisan budaya sastra Dunia memiliki kekayaan pengetahuan, pemahaman, nilai-nilai dan kebijaksanaan yang menurut Matthew Arnold sebagai ?Life-enhancement? dan mengandung ?A criticism of life?. Dengan mempelajari Sastra Inggris bukan berarti bahwa anda ?digiring? untuk melupakan Sastra Indonesia dan Nusantara. Sebaliknya, mempelajarinya akan memperluas pengetahuan dan wawasan anda untuk lebih mendalami karya-karya agung, kisah hidup pengarang-pengarang terkenal, dan sikap-sikap mereka terhadap hidup, manusia dan Tuhan. Anda akan mengetahuinya dengan membaca pengalaman, observasi, pemahaman, kecerdasan, bacaan mereka yang kaya dan persoalan-persoalan yang mereka ungkapkan dalam karya sastra yang mereka lahirkan.

Sementara itu, ada sementara kalangan yang khawatir bahwa di dalam karya-karya sastra Inggris terdapat unsur-unsur yang bisa membahayakan kelangsungan budaya dan adat istiadat kita. Memang benar bahwa budaya dan keyakinan mereka berbeda dengan apa yang kita miliki, tetapi alangkah bijaksananya jika kita bisa menyerap sebatas nilai-nilai dan pelajaran positif dari mereka, membuang jauh-jauh pengaruh-pengaruh negatifnya dengan terus menguatkan kekuatan budaya dan kekuatan kita. Yang diperlukan untuk mengatasi hal ini adalah menguatkan rasa percaya diri dan memiliki budaya nasional sehingga kita semua terutama generasi muda tidak merasa rendah diri berhadapan dengan budaya asing.

Hal ini sangat penting untuk dipahami sehingga kita mampu memfilter dan menyeleksi semua aspek budaya asing meski sebagiannya membawa manfaat ada juga yang sebagiannya membawa dampak yang membahayakan. Jika kita sudah mampu menyaring budaya itu maka diharapkan belajar Sastra Inggris bisa membantu anda untuk memperbaiki dan menyempurnakan kekuatan rasa, kemampuan logika, sikap-sikap, pemahaman sosial dan keagamaan, proses-proses nilai dan pemikiran yang sangat applicable jika diterapkan di tengah masyarakat. Baik Sastra Inggris maupun sumber-sumber pengetahuan yang melatarbelakanginya juga memberikan sumbangan kepada pencerahan nilai-nilai kemanusiaan, yang darinya anda bisa mengambil pelajaran bagi kehidupan anda.

Jadi, belajar sastra Inggris secara tidak langsung memberi tuntunan yang baik kepada para siswa karena sastra adalah alat perubahan (a means of transformation), yangmana, secara tidak langsung bisa merubah yang bersalah menjadi insyaf kemudian sadar kembali ke jalan yang benar meskipun tidak semua karya sastra bersifat menghotbahi, menceramahi dan menjunjung nilai moral. Para pembaca diharapkan bahkan seharusnya bisa menemukan pelajaran yang baik tentang hidup ini dengan membaca karya sastra dari negara atau bangsa manapun. Karya-karya itu seringkali sarat dengan muatan nilai-nilai filsafat, agama, moral ,dan sosial. Para pembaca diharapkan secara tidak langsung diarahkan untuk mengambil pelajaran-pelajaran yang baik dari karya-karya, biografi pengarang, kritik sastra, dan pengalaman bacaan pengarang karya sastra.

Membaca karya sastra Inggris akan membantu kita untuk menjadi lebih realistik, dewasa, bijaksana dan humanis dalam memandang persoalan pribadi dan masyarakat. Pesan-pesan moral an tema yang disampaikan akan membawa kita merasa lebih dekat dengan manusia yang lain yang sama atau bahkan beda kebangsaan, budaya, dan nilai-nilai kemanusiaannya. Hidup kita menjadi lebih toleran, seimbang, dan lebih penuh arti. Kita akan mampu bersimpati dengan penderitaan orang lain seperti bersimpati penderitaan bocah bernama Oliver dalam ?Oliver Twist?-nya Charles Dickens. Kita akan kagum akan ketabahan, kesabaran, kegigihan, dan motivasi hidup yang luar biasa seperti yang digambarkan oleh novel ?Robinson Crusoe?-nya Daniel Defoe atau ??Gulliver?s Travel?-nya Jonathan Swift. Kita belajar untuk menghargai apa yang dihargai oleh orang lain dengan cara yang tepat. Dengan cara ini ini kapasitas perasaan dan penghargaan kita meningkat, demikian juga kapasitas kepuasan batin meningkat. Kita akan menjadi ?kaya hati? melalui pengalaman membaca karya sastra.

Sastra Inggris merupakan langkah awal mengenal sastra Dunia. Dengan mempelajari ranah sastra yang termasuk tua di Eropa ini kita akan dapat mengenal bangsa, orang, sejarah, daerah-daerah di Inggris dan seluruh kawasan yang pernah ada kaitan sejarah dengan bangsa Inggris. Perlu diketahui bahwa Inggris dikatakan sebagai negeri yang matahari tidak pernah tenggelam, padahal negerinya kecil wilayahnya dan kota London selama musim salju enam bulan matahari jarang kelihatan. Kenapa demikian?. Karena bangsa Inggris pernah menjajah seluruh wilayah sampai ke ujung-ujung dunia. Sastra dunia itu sastra perancis, sastra rusia, dan sastra china.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*