KMSWT: Pemberdayaan Kaum Marginal Melalui Musik

KELOMPOK MUSIK SASTRA WARUNG TEGAL (KMSWT)
Michael Gunadi Widjaja
http://hiburan.kompasiana.com/

Kaum marginal adalah mereka yang termarginalkan.Terseret sampai ke batas marginnya.Kaum marginal adalah kelompok masyarakat yang terpinggirkan dan adakalanya juga dipinggirkan.Bagi kaum marginal,hampir tiada asa bagi suara mereka.Hampir tiada asa bagi seruan memperbaiki nasib.Malahan seringkali tiada asa bagi masa depan.Kaum marginal adalah sebuah realita sosial.Mereka ada dan keberadaannya menyublim dengan tatanan kehidupan sosial kita.Karena itu,agaknya tidak berlebihan jika kaum marginal diberdayakan.Agar keberadaan mereka tidak lagi sekedar ?pelengkap penderita ? dalam tatanan masyarakat.

Banyak sudah dilakukan upaya pemberdayaan bagi kaum marginal.Upaya tersebut dilakukan dalam berbagai bidang kehidupan.Perbaikan ekonomi,peningkatan kesadaran hukum,sampai pada upaya memacu mereka mengejar ketertinggalan dalam bidang pendidikan.Selain bidang pembangunan fisik,nampaknya perlu juga dilakukan pemberdayaan kaum marginal dari segi budaya.Budaya adalah hakekat jati diri manusia.Harapannya,jika dilakukan pemberdayaan dalam bidang budaya bagi kaum marginal,maka akan didapatkan sebuah ruang.Ruang untuk mereka mengeluarkan isi hatinya.Ruang untuk mereka ?bersuara ? tentang keberadaannya.Dan ruang untuk juga peduli bagi pembangunan bangsanya.tanpa pemberdayaan dalam bidang budaya,maka ruang ungkapan cita,rasa dan karsa bagi kaum marginal akan tetap tersumbat.Tersumbat oleh jalur birokrasi yang seringkali diatas namakan pembangunan.

Salah satu pemberdayaan kaum marginal dalam bidang budaya adalah melalui musik.Akar pendekatannya adalah,ketika suara kaum marginal terbentur atau dibenturkan ?dinding? birokrasi,terbukalah ruang suara melalui karya musik.Inilah yang menjadi credo berdirinya KELOMPOK MUSIK SASTRA WARUNG TEGAL (KMSWT) di kota Tegal Jawa Tengah pada 11 September 1997.KMSWT didirikan oleh Nurngudiono,yang saat ini menjabat ketua Dewan Kesenian Kota Tegal.Kelompok musik ini beranggotakan kaum buruh dan pekerja kasar.Mereka adalah para kuli bangunan,tukang becak,buruh nelayan,dan tukang batu.Rata-rata pendidikan mereka tak tamat sekolah dasar.Bahkan ada yang hanya mengikuti ?sekolah ? membaca Al Quran,itupun hanya 6 bulan.

Yang unik dari KMSWT adalah cara mereka mengarang lagu dan membawakannya.Dikarenakan tak mengenyam pendidikan,jelas mereka tak paham harmoni musik.Mereka tak paham teknik instrumentasi.Mereka asing dengan akord,merasa aneh dengan tangga nada.Mereka bermusik melulu hanya mengandalkan insting musikalnya yang luar biasa.Lagu-lagu KMSWT terutama bertema sosial,kritik terhadap kebijakan publik Namun ada pula yang bertutur tentang Tuhan dan alam.Semua lagu KMSWT menggunakan syair berbahasa Tegal.kekuatan musiknya selain pada syair juga pada struktur komposisi yang ?aneh?.Karena bermusik hanya instingtif semata maka komposisi mereka menjadi unik dalam konteks kemandirian sebuah karya musik.

Keunikan KMSWT mendapat perhatian dari berbagai pihak Pemerintah Kota Tegal,Pemerintah Propinsi Jawa Tengah,bahkan juga di tingkat international.Lagu-lagu KMSWT dijadikan kajian budaya oleh Prof.Richard Curtis dari Northern Territory University di Darwin.Rekaman compact disc KMSWT pun beredar di Australia dan Selandia Baru dan sempat populer dikalangan mahasiswa etnomusikologi.

Untuk dapat terus eksis menyuarakan keberadaan kaum marginal,sejak 2006 KMSWT mulai melakukan revitalisasi.Dengan cara mengemas kembali nuansa musiknya.Untuk itulah,penulis diminta sebagai penasehat teknis bagi KMSWT.Dan upaya ini nampaknya membawa iklim kesejukan bagi kesinambungan upaya KMSWT mengusung suara kaum marginal melalui musik.

Dalam KMSWT ada pesan moral yang dapat ditatap tajami.Pemberdayaan kaum marginal dapat dilakukan pada bidang yang berkenaan langsung dengan jati diri manusia yakni budaya.pengejawantahannya melalui karya musik.Media yang sanggup ?berbicara? menembus segala kemustahilan pemampatan suara bagi rakyat yang terpinggirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *