JALAN MULUT ORANG SAMIN

majalah.tempointeraktif.com

KABUT melayang-layang rendah menyelimuti dusun. Tipis, putih, bagaikan tabir transparan. Rumah, kebun, dan pepohonan hanya tampak samar-samar. Lelapnya malam, kini menggeliat bangun. Tercium bau pagi, sudah. Bunyi jangkrik, yang semalaman menggelitik telinga, mulai menyurut, entah ke mana. Sebagai gantinya, kokok ayam bersahut-sahutan. Tekukur dan gagak, adu keras suara di pucuk-pucuk kelapa. Lalu terdengar lenguh lembu, dan bunyi kelinting manakala lembu-lembu itu digiring ke sawah. Continue reading “JALAN MULUT ORANG SAMIN”

Sosok Tan Malaka Belum Dikenal Luas

Chandra Iswinarno
http://suaramerdeka.com/

SOSOK Tan Malaka hingga kini belum dikenal luas di kalangan masyarakat. Kondisi tersebut terungkap saat gelaran Diskusi dan Peluncuran Buku Tan Malaka, Gerakan Kiri, dan Revolusi Indonesia Jilid 3 yang berlangsung di Aula FISIP Unsoed, Kamis (21/10).

Salah satu penanya dalam diskusi dan bedah buku tersebut, Subur Putra mengaku ketika baru mendengar pertama kali nama Tan Malaka dianggapnya sebagai nama sebuah tempat. Tidak hanya itu, dia juga mengemukakan baru pertama kali mengetahui Tan Malaka merupakan salah satu pemikir besar Indonesia. Continue reading “Sosok Tan Malaka Belum Dikenal Luas”

Firasat Tubuh untuk Cari Jodoh

Buku Orang Jawa Mencari Jodoh
Humaini As
http://suaramerdeka.com/

BERBAGAI jalan ditempuh seseorang untuk memperoleh pasangan hidup. Apakah akan menjadi pasangan sampai akhir hayat, atau hanya sementara waktu saja, tergantung tujuan sejak awal. Untuk memperoleh pasangan hidup yang benar, lazim disebut jodoh, ada tuntunannya. Masyarakat memiliki budaya, agama memberi tuntunan. Buku ini memberi gambaran proses orang Jawa dalam mencari pasangan hidup. Continue reading “Firasat Tubuh untuk Cari Jodoh”

Mungkinkah Memisahkan Pelajaran Sastra dari Bahasa?

Rohyati Sofjan
http://www.suarakarya-online.com/

Sebuah surat elektronik (surel) masuk ke dalam inbox saya. Surel yang ditujukan untuk beberapa orang selain disebarkan ke milis. Judulnya saja sudah provokatif: “Dunia Pengarang adalah Dunia yang Egois”, apalagi isinya.

Rekan penulis surel itu dari Padang, Sayyid Madany Syani. Ia mengomentari acara temu-temuan atau pesta sastra yang menurutnya “mubazir”. Ia justru membidik, katakanlah memaparkan secara argumentatif tentang peran pengarang/ sastrawan/penyair dalam mengakrabkan pendidikan sastra di tingkat dasar sampai menengah yang dianggapnya lengah. Continue reading “Mungkinkah Memisahkan Pelajaran Sastra dari Bahasa?”

Bahasa ยป