/1/
coklat retina
melenggang dalam angin
menyergap pandangan
/2/
mata sewarna hujan
gerimis dalam jantung
penuh debur Continue reading “100 haiku Tengsoe Tjahjono untuk thalia”
/1/
coklat retina
melenggang dalam angin
menyergap pandangan
/2/
mata sewarna hujan
gerimis dalam jantung
penuh debur Continue reading “100 haiku Tengsoe Tjahjono untuk thalia”
Maman S. Mahayana *
/1/
Dibandingkan hubungan kebudayaan Indonesia—India, Indonesia-Cina, atau Indonesia—Jepang,1 hubungan kebudayaan Indonesia—Korea Selatan (selanjutnya disingkat Korsel), relatif baru terjadi belakangan.2 Tak begitu jelas, bagaimana hubungan kebudayaan kedua negara sebelum berakhir Perang Dunia Kedua. Continue reading “NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT KOREA-INDONESIA”
Sutejo
Ponorogo Pos
Dalam laporan gagas utama Mata Baca, edisi September 2005 (hal. 10-11), diungkapkan beberapa pengalaman yang kemudian menjadi tips menarik seorang cerpenis muda Indonesia yang sangat handal. Ia adalah Kurnia Effendi, yang lahir di Tegal Jawa Tengah 20 Oktober 1960. Berikut merupakan tips menarik itu: Continue reading “BELAJAR MENULIS DARI KURNIA EFFENDI”
Janual Aidi
“Teori kritis merupakan pembaharuan dari tradisi Markxis yang menghendaki emansipasi mereka yang tertindas dan ternista di dalam masyarakat yang timpang”.
Istilah ini merujuk pada tesa bangunan teori yang diandaikan oleh Habermas dalam rangka untuk meneruskan kebuntuan Mazhab Frankfrut. Atau dalam istilah bahasa; pandangan komunikasi. Pendekatan teori kritis menjelaskan dengan cukup bijak bahwa teori ini memberi penekanan kuat kepada hubungan dan sarana komunikasi dalam masyarakat. Continue reading ““Teori Kritis” komunikasi kontemporer Jurgen Habermas”