Cerita-cerita Pulau Buru: Sejarah dan Nyanyi Burung Kedasih

Ignas Kleden
majalah.tempointeraktif.com

Pramoedya ist ein Begriff—Pramoedya bukan sekadar nama, tetapi sebuah pengertian, bahkan sebuah konsepsi. Kata-kata itu diucapkan oleh seorang ibu yang amat simpatik, Prof. Irene Hilgers-Hesse, Ketua Jurusan Melayu di Universitas Koeln, ketika mengundang seorang mahasiswa filsafat di Muenchen tahun 1980, yang kebetulan saya sendiri, untuk membicarakan buku Bumi Manusia yang baru saja terbit. Continue reading “Cerita-cerita Pulau Buru: Sejarah dan Nyanyi Burung Kedasih”

Membaca Catatan Aktivis; Membaca Sastra Perlawanan *

Denny Mizhar **

“Hanya ada satu kata: Lawan!”

Penggalan Sajak di atas mengingatkan saya pada sosok Wiji Thukul, seniman progresif yang hingga kini masih menjadi misteri di mana keberadaanya. Sajaknya yang berjudul “Tentang Gerakan” tersebut melegenda. Tidak hanya Thukul tapi ada 12 orang lainnya yang hilang yakni Yani Afrie, Sony, Herman Hendrawan, DediHamdun, Noval Alkatiri, Ismail, Suyat, Petrus Bima Anugrah, Ucok Munandar Siahaan, Hendra Hambali, Yadin Muhidin, dan Abdun Nase (3 Desember 2008, Direktorat Informasi Dan Media). Continue reading “Membaca Catatan Aktivis; Membaca Sastra Perlawanan *”

Sebuah Jendela di Senja Hidup Pram

Farid Gaban, Nurur Rokhmah Bintari, Dewi Rina Cahyani
majalah.tempointeraktif.com

Penampilannya bersahaja- terlalu bersahaja. Namun, ada yang sedikit aneh: dia tak memakai sandal seperti yang selalu dipakainya bertahun-tahun. Tentu saja, selain sebuah mesin ketik yang erat ditentengnya, dalam perjalanannya menuju New York awal April lalu itu. Mesin ketik mengisyaratkan anakronisme, New York adalah paradoks. Dan ada satu pertanyaan menggoda: tidakkah Pramoedya Ananta Toer -seperti tokoh dalam novel fiksi-sains klasik karangan H.G. Wells -merasa terlontar oleh mesin waktu ke dunia yang sama sekali berbeda? Continue reading “Sebuah Jendela di Senja Hidup Pram”

Sepucuk Surat Getir kepada Generasi Baru

Ruth Indiah Rahayu *
majalah.tempointeraktif.com

PERAWAN REMAJA DALAM CENGKERAMAN MILITER
Penulis : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Kepustakaan PopulerGramedia, 2001

Tak seorang pun yang dapat menolong mereka. Di sini pula mereka kehilangan segala-galanya: kehormatan, cita-cita, harga diri, hubungan dengan dunia luar, peradaban dan kebudayaan …suatu perampasan total. Continue reading “Sepucuk Surat Getir kepada Generasi Baru”

Jangka Itu (Sekadar) Tafsir

Rukardi
suaramerdeka.com

DI tengah-tengah modernitas seperti sekarang, masihkah jangka dijadikan sebagai pedoman manusia dalam beraktivitas? Seberapa jauhkah akurasi yang mampu dia jangkau? Bagaimana metodenya? Apakah bisa dipertanggungjawabkan dengan pendekatan logika?

Pertanyaan-pertanyaan semacam itulah yang mengemuka dalam Sarasehan Rebo Legen Sanggar Seni Paramesthi bertajuk ”Tengara Jaman: Saka Jayabaya, Darmogandhul, Ranggawarsita, Nostradamus, tekan Naisbitt” di joglo Unnes Jl Kelud Utara III Semarang, Rabu (14/12) malam. Continue reading “Jangka Itu (Sekadar) Tafsir”

Bahasa ยป