Indonesia 2025: Mencari Strategi

Ignas Kleden *
majalah.tempointeraktif.com

DALAM pidato kenegaraan di depan Dewan Perwakilan Rakyat, 14 Agustus 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan suatu visi jangka menengah tentang Indonesia 2025. Diproyeksikan, pada tahun itu Indonesia akan menjadi negara maju. Untuk itu ditetapkan 10 sasaran yang harus dicapai: (1) persatuan dan harmoni sosial yang semakin kokoh, (2) stabilitas nasional yang makin mantap, (3) penguatan demokrasi dan keterbukaan dalam penyelenggaraan negara, (4) penegakan hukum dan ketertiban secara konsisten, (5) Continue reading “Indonesia 2025: Mencari Strategi”

Berlalu Bersama Waktu

Korrie Layun Rampan
http://www.suarakarya-online.com/

Jika air situ sedang surut saat memasuki bulan-bulan panas, dahan-dahan beringin muda tampak indah melayah di atas permukaan situ. Buah-buahnya yang menguning hingga menjadi cokelat tua, bagaikan titik lingkaran tato yang sedang dirajah pada kulit seorang pria muda. Daun-daun beringin muda yang kaku menyerupai kuping kera itu tak terbuai oleh angin sepoi, dan hanya ikut bergerak bersama ranting-rantingnya jika dahan bergoyang karena timpukan angin yang keras. Continue reading “Berlalu Bersama Waktu”

Ustadz Andaru

Damhuri Muhammad
http://www.suarakarya-online.com/

Di kampung, ia mubaligh muda. Tiap Jum’at beroleh undangan jadi khatib. Bergilir dari satu jama’ah ke jama’ah lain. Dari mesjid sekitar kampung hingga mesjid di ibukota kabupaten. Hari lain, ia memberi pengajian di musholla Nur Al-falah, majelis ta’lim di musholla Bait Al-rahman, dan kuliah subuh di musholla Siraj Al-huda. Selebihnya, memenuhi undangan syukuran khitanan, hajatan perkawinan dan sesekali beroleh kehormatan baca doa pada upacara pelantikan pejabat baru di kantor Bupati. Continue reading “Ustadz Andaru”

TERIMA KASIH DRAMA MONAS

Maman S Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Indonesia laksana memasuki zaman anomali. Maka, ia perlu dilihat dari perspektif yang tak lazim, dari kenyelenehan. Atau dalam bahasa Michel Foucault yang mengutip gagasan Pascal: ?Manusia pastilah demikian gilanya, sehingga ?kalaupun ia tidak gila?tetap dianggap gila dari sudut pandang kegilaan yang lain.? Begitulah pada saat bangsa ini dihadapkan pada anomali dan berbagai kegilaan, harus ada peristiwa yang lebih gila. Setidaknya, harus ditempatkan sebagai kenyelenehan. Hanya dengan itu, stres dan depresi kita ketika menghadapi berbagai himpitan ekonomi, ketidakpercayaan pada pemerintah, dan kemuakan pada partai politik, agak terhibur dan dapat melupakannya sekejap. Continue reading “TERIMA KASIH DRAMA MONAS”

Bahasa ยป