Pembubaran Diskusi Buku: ?Dari yang Terbuang dan Dibungkam?

Astrid Reza
http://www.syarikat.org/

TANGGAL 3 Juli 2010, pukul 6 sore, datang orang-orang bersorban. Mereka hilir mudik di depan kaf?. Jam 7 malam, Polres Bantul menurunkan 50 orang personil. Mereka duduk-duduk di tempat diskusi akan digelar. Setengah jam kemudian, peserta diskusi dicegat massa. Terdengar deru motor yang digas kencang-kencang dari depan tanah lapang seberang kafe. Empat orang, satunya berkopiah, masuk dan duduk-duduk bersama petugas dari Polsek Kasihan dan Intel Kodim. Continue reading “Pembubaran Diskusi Buku: ?Dari yang Terbuang dan Dibungkam?”

FPI dan Penodaan Citra Agama

Gugun El-Guyanie
http://suaramerdeka.com/

Aksi anarkis Front Pembela Islam (FPI) kembali menyerang Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB), pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Minggu (1/6) di Monas, Jakarta.

Tindakan brutal dengan mengibarkan bendera Islam itu justru melukai sejumlah tokoh Islam yang bergabung dalam AKKBB. Aksi kekerasan yang dilakukan oleh FPI itu adalah untuk kesekian, setelah berulang kali merusak dan menyerang kelompok yang tidak sependapat dengan mereka. Wajar jika banyak tuntutan dari organisasi kemasyarakatan (ormas) lain yang moderat, menuntut pemerintah untuk membubarkan FPI. Beragama dengan gaya premanis ala FPI sangat menodai Pancasila yang telah disepakati sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Continue reading “FPI dan Penodaan Citra Agama”

Menjenguk Marx di Britania

Andari Karina Anom
http://majalah.tempointeraktif.com/

PEKUBURAN Highgate bukanlah tujuan utama mayoritas turis di London, Inggris. Orang lebih suka menengok Istana Buckingham atau lonceng Big Ben, yang jadi ikon wisata negeri itu. Tapi Sigit Susanto bukan kelompok kebanyakan itu. Dia lebih suka menepi ke kawasan pemakaman sepi: di situlah jazad Karl Marx dikebumikan.

Tak cukup berziarah ke makam, Sigit juga meniti jejak tokoh komunis itu di London. Saat berkunjung ke British Museum, ia tak hendak mengisahkan koleksi-koleksi museum yang dahsyat, tapi mengunjungi Reading Room. Di ruangan inilah, pada periode 1860-1867, Marx hampir setiap hari duduk berjam-jam menyelesaikan Das Kapital (hlm. 325-340). Continue reading “Menjenguk Marx di Britania”

Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak

Nuryana Asmaudi SA
balipost.co.id

BANYAK orangtua/guru yang gelisah ketika anaknya hendak mengikuti lomba baca puisi. Mereka berusaha mencari pelatih yang bisa mengajari anaknya cara membaca puisi yang baik dan “benar”, agar anaknya menang dalam lomba tersebut. Kegelisahan dan usaha orangtua/guru tersebut wajar karena menginginkan anak atau muridnya meraih prestasi.

Namun, ada juga orangtua/guru yang menempuh jalan pintas, misalnya “mendekati” calon juri dan meminta agar anak/muridnya diajari baca puisi. Permintaan (KKN terselubung) itu tentu ditolak oleh calon juri, karena melanggar etika penjurian. Continue reading “Menyalakan “Pelita Seni” dalam Jiwa Anak-anak”

Hikayat dari Lospalos

Robin Dos Santos Soares
http://www.kompasiana.com/robin

?Nenek tidak mau orang lain mengantarku ke tempat di mana kita harus berpisah untuk selamanya, nenek ingin kamu berjalan di sampingku sampai di pelabuhan kematian. Nenek ingin kamu bukan orang lain, ingat itu. Karena kamu satu-satunya cucuku yang nenek sayangi selama ini, karena kamu bertanya tentang kehidupan dan kematian.?
?Apakah aku harus menangis?? Aku bertanya ?karena setiap kali kematian datang semua orang pasti menangis dan bersedih?
?Tidak perlu, nenek tidak ingin air matamu jatuh karena kepergian nenek masuk surga.? Continue reading “Hikayat dari Lospalos”

Bahasa ยป