1/
Ribuan kilo dibelah jarak
sendiri duduk di beranda
ranum mangga di halaman begitu menggoda
kemarilah, rujak manis buah mangga kesukaanmu ini
tlah lama memendam rindu Continue reading “10 Sajak Rindu Imron Tohari”
1/
Ribuan kilo dibelah jarak
sendiri duduk di beranda
ranum mangga di halaman begitu menggoda
kemarilah, rujak manis buah mangga kesukaanmu ini
tlah lama memendam rindu Continue reading “10 Sajak Rindu Imron Tohari”
Deni Andriana
http://pawonsastra.blogspot.com/
Saya memang bukan perempuan, tapi saya juga tahu siapa itu perempuan. Perempuan menurut saya adalah jenis atau spesies manusia yang mempunyai payudara yang berukuran lebih besar daripada yang di miliki laki-laki pada umumnya (walaupun ada juga perempuan yang mempunyai sedikit problem dengan payudaranya), selain itu yang saya tahu perempuan adalah yang bisa mengandung dan melahirkan anak, perempuan adalah yang memiliki sisi sensitifitas diatas laki-laki dan selebihnya saya tidak banyak lagi tahu tentang perempuan selain sisi-sisi seksualitasnya tersebut. Continue reading “PEREMPUAN, TEMBOK TRADISI, SEKS DAN KONTROL SOSIAL”
http://pawonsastra.blogspot.com/
Lagu Musim
seperti lagu musimmusim tua, gerakmu adalah bau sunyi
yang tak habis kupahami. dengan menikam mata lenganku pasrah
memanjat bunyibunyi sangit kesakitan. betapa tubuhmu melabuh
dan dari pagar, kucakar semua ingatan dalam lehermu
aku seperti pemuda dengan kalungan darah, lukisan terjal
tentang igal hantu masa silam, membentuk gaunmu Continue reading “Puisi-Puisi Dody Kristianto”
http://pawonsastra.blogspot.com/
RAHASIA TANJUNG BATU
satu musim berlalu
pantun berganti lagu
lagu berganti batu
seperti phinisi tenggelam di tanjung batu
batu-batu berbanjar menyudut ke laut
ombak berlomba-lomba mencium pantai
berbagai warna muncul Continue reading “Puisi-Puisi Heri Maja Kelana”
Sungging Raga
http://korantempo.com/
Tak ada yang kita tinggalkan kalau kita berjalan mundur….
KALIMAT itu berputar-putar dalam pikiran Ruminah, semacam sugesti yang kuat. Ia mendapatkan kalimat itu dari sebuah buku puisi berjudul Pada Bantal Berasap. Di situ tertulis nama pengarangnya, Afrizal Malna. Siapa ia, Ruminah tidak tahu. Ia hanya menemukan buku itu di atas meja, sepertinya milik tamu ayahnya yang ketinggalan–atau sengaja ditinggal? Continue reading “Ketika Semua Berjalan Mundur”