Aku dan Angka 18:18

Saiful Bahri

Tak banyak yang tahu, begitupun diriku mengapa angka 18:18 selalu terlihat saat aku melihat jam di ponsel warna hitam punyaku. Awalnya aku menganggap itu hanya kebetulan belaka. Namun semua itu berubah saat aku sadar ternyata angka 18:18 punya arti yang cukup besar dalam hidup yang kujalani. Ia, angka itu benar-benar membuatku termenung penasaran. Hampir saja aku menganggap bahwa angka itu angka keberuntungan, atau paling tidak dibalik angka itu pasti ada sesuatu yang harus kucari maksudnya. Continue reading “Aku dan Angka 18:18”

Sandiwara Humor dan Propaganda Jepang

Fandy Hutari *
pawonsastra

Pada saat Jepang menduduki Indonesia (1942-1945), seluruh aktivitas dan media dipergunakan untuk kepentingan politik mereka: propaganda perang. Seluruh media massa, film, surat kabar, buku, pamflet, poster, foto, siaran radio, pidato, seni pertunjukan tradisional, termasuk seni sandiwara modern dimanfaatkan untuk melaksanakan skema propaganda yang diatur oleh Sendenbu (Departemen Propaganda). Sandiwara modern, dalam segala bentuk? baik pertunjukan, radio, maupun lakon?ikut digiring untuk keperluan itu. Continue reading “Sandiwara Humor dan Propaganda Jepang”

Blunder Hitler di Barbarossa

Peresensi: Muhammad Amin
http://www.riaupos.com/
Operasi Barbarossa Ketika Hitler Menyerang Stalin
Penulis: Ari Subiakto
Penerbit: Narasi, Jogjakarta
Cetakan: Pertama, 2008
Tebal: 168 halaman

Bagi penguasa diktator semacam Hitler, perang adalah hobi sekaligus jalan untuk meraih ambisi. Tak peduli untuk mencapai ambisinya itu, akan banyak nyawa melayang, baik di pihak tentaranya maupun lawan. Continue reading “Blunder Hitler di Barbarossa”

Bahasa ยป