KALEIDOSKOP SASTRA KALSEL 2010

Tajuddin Noor Ganie, M. Pd *
http://www.radarbanjarmasin.co.id/

SENIN, 4 JANUARI 2010
Puskajimastra Kalsel mulai menyebar-luaskan buku Tajuddin Noor Ganie (TNG) berjudul Antologi Biografi Sastrawan Kalsel (ABSKS) dan Sejarah Lokal Kesuastraan Indonesia di Kalsel 1930-2009 (SLKIKS 1930-2009)

ABSKS memuat profil apa dan siapa 543 sastrawan Kalsel yang terbilang menonjol prestasi, reputasi, dan dedikasi kesastrawanannya (tebal 413+26 halaman). Sedangkan SLKI-KS merupakan salah satu dari sejumlah versi sejarah lokal kesuastraan Indonesia di Kalsel. Isi kedua buku ini bersifat saling melengkapi satu sama lainnya.

Menurut versi Tajuddin Noor Ganie, sejarah lokal kesusastraan Indonesia di Kalsel 1930-2009 terdiri atas 9 kelompok generasi. Setiap kelompok generasi sastrawan Kalsel memiliki fenomena sastra pers, sastra buku, dan wawasan estetik karya sastra yang berbeda satu sama lainnya.

Buku SLKI-KS 2009 merupakan pengembangan lebih lanjut dari buku berjudul sama yang telah diterbitkan secara terbatas pada tahun 1995. Tujuan penerbitan buku SLKI-KS 2009 adalah untuk menampung data-data mutakhir yang berhasil dikumpulkan penulisnya pada tahun 1996-2009.

SENIN, 1 MARET 2010
Penerbit Atria Jakarta menerbitkan novel karangan Farah Hidayati berjudul Loversus. Farah Hidayati, lahir di Banjarmasin, Kalsel, 1981. Sarjana S.1 PTN di Bandung. Mulai menulis cerpen dan novel sejak tahun 1990-an. Tahun 2005, meraih prestasi sebagai pemenang pertama dalam lomba menulis novel remaja yang diselenggarakan oleh PT Grasindo Jakarta. Judul novelnya Rumah Tumbuh, tahun 2005 itu juga diterbitkan oleh PT Grasindo Jakarta.

KAMIS, 1 APRIL 2010
Penerbit Frame Publisihing Yogyakarta menerbitkan buku kumpulan guman karangan Ali Syamsuddin Arsi berjudul Istana Daun Retak. Ali Syamsuddin Arsi, lahir di Barabai, Kalsel, 5 Juni 1964. Namun, tempat dan tanggal lahirnya yang benar menurutnya adalah di Tubau, Kecamatan Labuhan Amas Selatan, Hulu Sungai Tengah, 23 Desember 1963. ASA sendiri cuma nama pena sebagai sastrawan saja, nama resmi yang dipergunakannya di dalam surat-surat penting miliknya adalah Syamsuddin. Ketika tinggal di Yogyakarta (1981-1984), ASA bahkan pernah mempergunakan nama pena Jack Udon (JU). Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1980-an. Tahun 2005 menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel (Drs. H. Rudy Ariffin MM).

SABTU, 1 MEI 2010
Penerbit Araska Publisher Yogyakarta menerbitkan buku kumpulan cerpen karangan Mahmud Ali Jauhari berjudul Imanku Tertelungkup di Kakinya. Majmud Jauhari Ali, lahir di Banjarmasin, 15 Januari 1982. Sejak tahun 2004 bekerja sebagai PNS dengan jabatan fungsional sebagai peneliti di Balai Bahasa Palangka Raya. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 2000-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post, SKH Radar Banjarmasin, SKH Mata Banua Banjarmasin, Tabloid Spirit Kalsel Banjarmasin, Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin, dan Majalah Nawala (terbitan Pusat Bahasa Jakarta).

SELASA, 1 JUNI 2010
Tahura Media Banjarmasin menerbitkan antologi cerpen karangan M. Hasbi Salim berjudul Magnet Baitullah. M. Hasbi Salim, lahir di Rumpiang, Kecamatan Aluh Aluh, Kabupaten Banjar, 26 Juli 1963. Sarjana S.1 Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS, Guru SMA Negeri I Amuntai, dan Dosen STIQ Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai.

Mulai menulis puisi dan cerpen sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post, Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin, SKH Radar Banjarmasin, Majalah Al Kisah Jakarta, Majalah Kartini Jakarta, Majalah Kiblat Jakarta, SKH Kompas Jakarta, dan Majalah Mentari Surabaya.

KAMIS, 1 JULI 2010
Puskajimastra Kalsel mulai menyebar-luaskan buku kumpulan cerpen Tajuddin Noor Ganie (TNG) berjudul Tengah Malam di Kuala Lumpur. Didalamnya dimuat cerpen-cerpen TNG yang ditokohi oleh para tokoh dengan ciri-ciri sosiologis dan psikologis khas orang Banjar di Kalsel. Begitu pula halnya dengan latar tempatnya, juga merujuk kepada pelukisan alam yang khas daerah Kalsel.

KAMIS, 8 JULI 2010
Tahura Media Banjarmasin menerbitkan buku kumpulan puisi karangan Hajriansyah berjudul 99 Puisi Hajri. Hajriansyah, lahir di Banjarmasin, 10 Oktober 1979. Alumnus Pondok Pesantren Darul Hijriah Banjarbaru, Modern School of Design Yogyakarta, dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Mulai menulis puisi sejak tahun 2000-an. Publikasi puisinya antara lain di SKH Radar Banjarmasin dan SKH Media Kalimantan Banjarmasin.

KAMIS, 15 JULI 2010
Komunitas Sastrawan Indonesia (KSI) Banjarmasin menerbitkan buku kumpulan cerpen karangan Nailiya Nikmah JKF berjudul Rindu Rumpun Ilalang. Nailiya Nikmah JKF, lahir di Banjarmasin, 9 Desember 1980. Mulai menulis cerpen dan esei sastra sejak tahun 2000-an. Cerpennya ikut dimuat dalam antologi cerpen bersama Nyanyian Tanpa Nyanyian (2009). Aktif bergabung dalam organisasi Forum Lingkar Pena (FLP) Kalsel, dan Komunitas Sastrawan Indonesia (KSI) Banjarmasin.

SABTU, 21 AGUSTUS 2010
Dewan Kesenian Kota Banjarbaru menyelenggarakan acara Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastrawan VII di Taman Air Mancur DAWN van der Vijl, Minggu Raya, Banjarbaru. Tema yang diusung dalam acara ini adalah Capita Selekta Kepenyairan Arsyad Indradi.

JUM’AT, 27 AGUSTUS 2010
Drs. Jarkasi M.Pd, sastrawan Kalsel generasi penerus zaman orde baru 1980-1989, pukul 21.30 Wita meninggal dunia di Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, pada usia 50 tahun. Jarkasi lahir di Kertak Hanyar, 30 Mei 1960. Sarjana S.1 dan S.2 PBS FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS, dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1980-an. Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya Publikasi puisinya antara lain di SKH Banjarmasin Post, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, SKH Radar Banjarmasin, Tabloid Wanyi Banjarmasin, dan Tabloid Jendela Serawak, Malaysia.

SENIN, 6 SEPTEMBER 2010
Di kota Pagatan, Kabupaten Tanah Bumbu, diselenggarakan acara Malam Anugerah Seni dan Tadarus Puisi.

KAMIS, 9 SEPTEMBER 2010
Tiga sastrawan Kalsel, yakni Arsyad Indradi (Banjarbaru), Hamberan HD Syahbana (Banjarmasin), dan Maskuni (Marabahan) menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel Drs. H. Rudy Arifin MM. Hadiah seni diserahkan dalam suatu acara di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Arsyad Indradi, lahir di Barabai, 31 Desember 1949. Pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Sarjana S.1 STKIP PGRI Banjarmasin. Bekerja sebagai PNS. Pernah mengemban tugas sebagai guru SMPN di Banjarbaru, dan penilik kebudayaan di Kabupaten Banjar. Tahun 2009, pensiun sebagai PNS. Mulai menulis puisi sejak tahun 1970-an.

Hamberan HD Syahbana, lahir di Banjarmasin, 14 Juli 1948. Sering mempergunakan nama pena HS Bram Dibasuwinda. Bekerja sebagai PNS, mulai-mula menjadi guru di SMP Negeri Simpur, SPG Negeri Kandangan, dan kemudian pindah ke salah satu SMTA di kota Banjarmasin. Tahun 2008 pensiun sebagai PNS. Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, dan naskah drama sejak tahun 1970-an. Publikasi puisinya antara lain di Majalah Bandarmasih Banjarmasin (1974-1975), dan SKH Banjarmasin Post.

Maskuni, lahir di Amuntai, 29 Oktober 1953. Sering mempergunakan nama pena Jaka Mustika. Sarjana S.1 STKIP PGRI Banjarmasin (1996). Bekerja sebagai PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Kuala Marabahan. Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, dan naskah drama sejak tahun 1970-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post dan SKH Dinamika Berita Banjarmasin.

JUM’AT, 1 OKTOBER 2010
Tahura Media Banjarmasin menerbitkan antologi cerpen karangan Aliansyah Jumbawuya berjudul Rahasia Perkawinan Sang Bintang. Aliansyah Jumbawuya, lahir di Desa Jumba, Amuntai, 3 Juni 1973. Nama aslinya Aliansyah. Sarjana S.1 Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin. Bekerja sebagai wartawan. Tinggal di Banjarbaru. Mulai menulis puisi, cerpen, dan esei sastra sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post,SKH Dinamika Berita Banjarmasin, Tabloid Serambi Ummah Banjarmasin, dan SKH Radar Banjarmasin.

MINGGU, 3 OKTOBER 2010
H. Rizhanuddin Rangga, S.Pd, sastrawan Kalsel generasi penerus zaman orde baru 1970-1979, meninggal dunia di Marabahan pada usia 53 tahun. Lahir di Barito Utara, Kalteng, 10 November 1957. Sarjana S.1 PBSID STKIP PGRI Banjarmasin (1994). Bekerja sebagai PNS, Guru SD (1978-2001), Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Barito Kuala di Marabahan (2001-2004), dan Dinas Sosial Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Barito Kuala di Marabahan (sejak 2004). Mulai menulis puisi dan naskah drama sejak tahun 1970-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post. Antologi puisi pribadinya lain Nyanyian Rindu Bagi Tanah Kelahiranku (Banjarmasin, 1982). Tahun 2000, menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel.

JUM’AT, 8 OKTOBER 2010
Penerbit AKAR Yogyakarta menerbitkan buku kajian puisi karangan Jamal T. Suryanata berjudul Tragika Sang Pecinta : Gayutan Sufistik Sajak-sajak Ajamuddin Tifani. Jamal T. Suryanata, lahir di Desa Taniran Selatan, Hulu Sungai Selatan, 1 September 1966. Nama aslinya Jamaluddin. Sarjana S.1 PBSID STKIP PGRI Banjarmasin (1999), dan Sarjana S.2 PBSID FKIP Universitas Lambung Mangkurat di Banjarmasin (2003). Bekerja sebagai PNS, pernah cukup lama menjadi guru di SDN Batu Ampar, Tanah Laut. Kemudian mutasi ke Dinas Pendidikan Tanah Laut di Pelaihari.

Mulai menulis puisi, cerpen, novel, dan esei sastra sejak tahun 1990-an. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Basis Yogyakarta, Majalah Gong Yogyakarta, Majalah Horison Jakarta, SKH Kompas Jakarta, SKH Koran Tempo Jakarta, SKH Republika Jakarta, Majalah Matabaca Jakarta, Majalah Matra Jakarta, Majalah On/Off, Majalah Suara GuruSKM Swadesi Jakarta, Majalah Al Zaytun, SKH Bali Post Denpasar, SKH Surya Surabaya, SKH Banjarmasin Post, SKM Media Masyarakat Banjarmasin, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, Tabloid Wanyi Banjarmasin, SKH Radar Banjarmasin, Jurnal Kandil Banjarmasin, dan Majalah Dewan Sastra Kuala Lumpur Malaysia. Tahun 2006, menerima hadiah seni bidang sastra dari Gubernur Kalsel.

SENIN, 1 NOVEMBER 2010
Dinas Tata Kota, Budaya, dan Pariwisata Kabupaten Barito Kuala menerbitkan buku syair karangan H. Rock Syamsuri Sabri berjudul Syair Rumah. H. Rock Syamsuri Sabri, lahir di Banjarmasin, 11 Juni 1949. Nama aslinya H. Syamsuri (HS). RSS juga sering mempergunakan nama pena S. Bud. Lulusan SD Negeri Banjarbaru (1963), SMP Negeri Banjarbaru (1966), SMA Negeri Banjarbaru (1969), dan PPSDA Banjarbaru (1972).

Sejak tahun 1973 bekerja sebagai PNS di Kantor Wilayah Departemen Penerangan Kalimantan Selatan di Banjarbaru, kemudian sejak tahun 1974 dipindah-tugaskan ke Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Barito Kuala di Marabahan. Tahun 1997-1999, RSS menjadi anggota DPRD Barito Kuala. Tahun 1999-2004, terpilih kembali menjadi anggota DPRD Barito Kuala. Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, dan naskah drama sejak tahun 1970-an. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Banjarmasin Post. Tahun 1997, menerima hadiah seni bidang teater dari Gubernur Kalsel.

JUM’AT, 26 NOVEMBER 2010
Berkenaan dengan diselenggarakannya Aruh Sastra Kalsel VII di Tanjung. Panitia pelaksana menerbitkan 2 judul buku sekaligus, yakni antologi puisi bersama Menyampir Bumi Leluhur dan antologi puisi dan cerpen bersama Manyanggar Banua.

MINGGU, 28 NOVEMBER 2010,
H. Ahmad Safwani Ibahy (ASI) bin Ismail Bakri, sastrawan Kalsel generasi penerus zaman orde lama 1960-1969, meninggal dunia di RS Pelni Jakarta dalam usia 69 tahun dan dimakamkan di Banjarmasin, Senin, 29 November 2010 (SKH Banjarmasin Post, Selasa, 30 November 2010).

Lahir di Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng, 28 November 1941. Bekerja sebagai wartawan. Tahun 1979-1987 menjadi Kepala Cabang Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Cabang Banjarmasin.

Mulai menulis puisi sejak tahun 1960-an. Publikasi puisinya antara lain di Majalah Sastra Jakarta (Jiwa Kami, Edisi 4,5,6 April, Mei, Juni 1962), Majalah Budaya Yogyakarta, dan SKH Banjarmasin Post (1971-1989).

Antologi puisi bersama yang ikut memuat puisi-puisinya antara lain Perkenalan di Dalam Sajak (Banjarmasin, 1963), dan Dengarlah Bicara Kami (Banjarmasin, 1984).

MINGGU, 12 DESEMBER 2010
Tiga sastrawan Kalsel, yakni H. Adjim Arijadi, H. Syamsiar Seman, dan Syarifuddin R, menerima gelar Datu Mangku Adat (DMA). Gelar dimaksud dianugerahkan oleh Raja Muda Kerajaan Banjar, Pangeran H. Khairul Saleh, dalam suatu upacara resmi kerajaan di Mahligai Sultan Adam Martapura.

H. Adjim Arijadi, lahir di Mali-mali, Kabupaten Banjar, 7 Juli 1940. Pendidikan formal yang pernah ditempuhnya SR, SGB, SGA dan ASDRAFI Yogyakarta. Mulai menulis puisi, cerpen, esei, naskah drama, dan naskah sinetron sejak tahun 1966. Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Duta Masyarakat Yogyakarta (pengasuh rubrik Duta Budaya), SKH Pelopor Yogyakarta, SKH Masa Kini Yogyakarta, SKH Suara Kalimantan Banjarmasin, SKH Banjarmasin Post, SKM Media Masyarakat, Majalah Bandarmasih Banjarmasin, dan SKH Radar Banjarmasin. Sehubungan dengan prestasi, reputasi, dan dedikasinya yang luar biasa di bidang seni drama ini, maka pada tahun 1974, AA menerima hadiah seni bidang drama dari Gubernur Kalsel (Soebardjo Soerjosaroso).

H. Syamsiar Seman, lahir di Barabai, 1 April 1936. Sarjana S.1 Fakultas Sosial Politik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Tahun 1960, SS bekerja sebagai Guru Sekolah Rakyat, Kepala Sekolah Rakyat, dan Kepala SMP Swasta. Sejak tahun 1963, SS bekerja sebagai PNS di Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, kemudian tahun 1975, SS pindah kerja (mutasi) ke Kantor BKKBN Kalsel di Banjarmasin. Tahun 1992, SS pensiun sebagai PNS. Selain sebagai PNS, SS juga menjadi dosen luar biasa di sejumlah PTN/PTS yang ada di kota Banjarmasin, yakni di (1) Fakultas Sosial Politik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (1977-1979), (2) IAIN Antasari Banjarmasin (1979-1988), dan (3) STIA Bina Banua Banjarmasin (Dekan, 1982-1985).

Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, dan naskah drama sejak tahun 1950. Publikasi karya sastra antara lain di Majalah Pancawarna Jakarta (1955), Majalah Puspa Ragam Bandung (1955-1958), Majalah Ipphos Report Jakarta (1956), Majalah Indonesia Jakarta (1957-1958), Majalah Sinar Islam Jakarta (1957-1958), Majalah Berita Minggu Bandung (1959), Majalah Konfrontasi Jakarta (1960), Majalah Tanah Air Surabaya (1961-1962), Majalah Pembina Surabaya (1962-1963), SKM Minggu Pagi Yogyakarta (1962-1963), Majalah Pesat Yogyakarta (1962-1963), Majalah Varia Jakarta (1962-1963), Majalah Bina Sejahtera Jakarta (1975-1986), Majalah Monitor (1981-1982), Majalah Warnasari (1981-1982), dan SKH Banjarmasin Post (1971-2009).

Syarifuddin R, lahir di Amuntai, 12 Pebruari 1953. Bekerja sebagai PNS di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalsel Banjarmasin (Pensiun 2009). Mulai menulis esei sastra sejak tahun 1970-an. Publikasi esei sastranya anatara lain di SKH Banjarmasin Post dan Tabloid Wanyi Banjarmasin.

SENIN, 20 DESEMBER 2010
Antologi cerpen Sainul Hermawan berjudul Pelajaran Membaca diluncurkan. Peluncuran ditandai dengan diselenggarakannya diskusi sastra membahas buku dimaksud. Tampil sebagai pembicara adalah M. Zainal Arifin Anis, Nailiya Nikmah, Nachdiansyah Abdi, dan Noor Cahaya.

Sainul Hermawan, lahir di Desa Brakas, Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura, 13 Maret 1973. Sarjana S.1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggeris FKIP Universitas Islam Malang, dan Sarjana S.2 Program Pascasarjana Fakultas Sastra Universitas Gadjahmada Yogyakarta (wisuda, 2003).

Sejak Pebruari 2005, diangkat sebagai Dosen FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Sejak itu pula mulai dikenal luas sebagai sastrawan, pengamat sastra, dan kritikus sastra di Kalsel.

Publikasi karya sastranya antara lain di SKH Malang Post, SKH Posinfo Malang, SKH Warta Malang, SKH Pendidikan Malang, SKH Metro Pos Malang, SKH Kompas Jatim Malang, SKH Banjarmasin Post, SKH Radar Banjarmasin, Jurnal Pendar Solo, Jurnal Kandil Banjarmasin, Jurnal Metafor Banjarmasin, dan Jurnal Wiramartas Banjarmasin.

RABU, 22 DESEMBER 2010
Dua sastrawan Kalsel, yakni H. Amir Husaini Zamzam dan Burhanuddin Soebely, menerima Anugerah Budaya 2010 dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

H. Amir Husaini Zamzam, lahir di Amuntai, 10 November 1938. Sarjana Muda Jurusan Akutansi Akademi Administrasi Niaga Negeri Banjarmasin Filial Amuntai (1969-1970). Tinggal di Amuntai. Bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara di Amuntai, Kalsel. Menjelang pensiun AHZ dimutasi ke Kantor BP7 Kalsel di Banjarmasin. Tahun 1994, AHZ pensiun, dan kembali tinggal di Amuntai.

Mulai menulis puisi dan esei sastra sejak tahun 1960-an. Publikasi karya sastranya antara lain di Majalah Merdeka Jakarta, Majalah Pembina Jakarta, Buletin Sastra Dermaga Palangka Raya, SKH Manikam Banjarmasin, SKH Upaya Banjarmasin, SKM Media Masyarakat Banjarmasin, SKH Dinamika Berita Banjarmasin, dan SKH Banjarmasin Post Banjarmasin. Tahun 2004, menerima Hadiah Seni Bidang Sastra dari Gubernur Kalsel (Drs. H. Rudi Arifin).

Burhanuddin Soebely, lahir di Kandangan, 2 Januari 1957. Sarjana S.1 FISIP Universitas Terbuka Jakarta. Bekerja sebagai PNS. Mula-mula di Kantor Departemen Penerangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kandangan, dan kemudian di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Hulu Sungai Selatan. Mulai menulis puisi, cerpen, esei sastra, novel, naskah drama, dan skenario sinetron sejak tahun 1975. Publikasi karya sastranya di SKH Banjarmasin Post, SKH Media Masyarakat Banjarmasin, Tabloid Wanyi Banjarmasin, Tabloid Gerbang Kandangan, SKH Berita Nasional Yogyakarta, SKH Pelopor Yogyakarta, SKH Masa Kini Yogyakarta, SKH Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, SKH Terbit Jakarta, SKH Pelita Jakarta, SKH Berita Buana Jakarta, Majalah Anita Jakarta, Majalah Femina Jakarta, dan SKH SKH Radar Banjarmasin.

KAMIS, 30 DESEMBER 2010
Surat Kabar Radar Banjarmasin menggelar acara bertajuk Refleksi Akhir Tahun 2010 bertempat di Taman Air Mancur DAWN van der Vijl, Minggu Raya, Banjarbaru.

Sabtu, 1 Januari 2011
*) Puskajimastra Kalsel Banjarmasin