Membaca Kebudayaan Antara dari Garasi

Th Pudjo Widijanto
Kompas, 13 Maret 2011

PEMENTASAN lakon ”Tubuh Ketiga” oleh Teater Garasi di Taman Budaya Yogyakarta, Jumat-Sabtu (11-12/3) seperti mengokohkan grup teater ini, yang memilih lanskap eksperimental (cutting edge). Menggunakan ”setting” kehidupan musik tarling khas Indramayu, teater ini mencoba mengeksplorasi sesungguhnya bagaimana bangun kebudayaan umat manusia. Continue reading “Membaca Kebudayaan Antara dari Garasi”

Muhammad Salim: Rujukan Aksara “Lontarak”

Maria Serenada Sinurat
Kompas, 15 Maret 2011

MUHAMMAD Salim adalah bukti hidup bahwa penghargaan datang bukan karena gelar dan jabatan, tetapi karena karya berkelanjutan. Hampir sepanjang hidup ia menekuni ”lontarak”, naskah kuno beraksara Bugis-Makassar. Dia menghidupkan dan memaknainya kendati ini kerja sunyi tanpa banyak imbalan.

Kami bertemu di Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan, tempat Salim ”bekerja” yang tak memberinya honor empat tahun terakhir. Dengan semua itu, ia bersetia mengawal pendokumentasian lontarak dari seluruh penjuru Sulsel. Continue reading “Muhammad Salim: Rujukan Aksara “Lontarak””

Membangun Jiwa Kebangsaan

Amich Alhumami
Media Indonesia, 14 Maret 2011

DALAM kajian ilmu-ilmu sosial, tema civic education (pendidikan kewarganegaraan) merupakan isu penting yang mendapat perhatian serius. Civic education dipandang penting karena terkait dengan tiga hal: (1) upaya menumbuhkan kesadaran kebangsaan, (2) upaya memperdalam pemahaman makna kehidupan bernegara, dan (3) upaya membangkitkan kesadaran kolektif atas realitas masyarakat plural. Continue reading “Membangun Jiwa Kebangsaan”

Tambo Raden Sukmakarto

Dwicipta
Kompas, 2006/05/07

Di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Idenburg, di Batavia beredar kisah konyol tentang Raden Sukmakarto, seorang bangsawan Jawa anak Bupati Blora, mahasiswa STOVIA yang tak menyelesaikan studinya karena asyik berpesiar ke Eropa. Bakatnya dalam bidang kesenian telah menggemparkan seluruh Hindia Belanda. Namun peristiwa di gedung Nederlandsch-Indie Kunstkring-lah yang membuat ia menjadi lelaki paling terkenal di Batavia di masa itu. Continue reading “Tambo Raden Sukmakarto”

Puisi-Puisi Zawawi Se

Sajak Ladang dan Kebun
~ mengenangmu, Pak ~

detak kenangan mengapa selalu menikam pada hamparan ladang dilingkari alir sungai kecil mengering dan meluap mengikuti irama musim.

nak, arus sungai adalah cita-cita membawa anganmu menderas sampai muara jauh, arus sungai adalah sekaligus perjuangan melawan arus lurus menuju hulu meraih mata air bening melimpah. Continue reading “Puisi-Puisi Zawawi Se”

Bahasa »