Buku Sastra di Negeri tanpa Pembaca

Asarpin

Sebut saja kalau negeri kita sudah terbebas dari buta huruf. Saya tak percaya kalau ada penyair yang menulis puisi tanpa pernah membaca buku puisi. Saya juga tak yakin ada penyair yang menulis prosa yang bagus tanpa bergaul dengan buku-buku prosa yang juga bagus. Sebuah karya lahir dari persentuhan dengan karya lain. dan persentuhan itu kadang intim tapi juga kadang renggang. Continue reading “Buku Sastra di Negeri tanpa Pembaca”

Pengajaran Sastra

Putu Wijaya
putuwijaya.wordpress.com

Bagaimana sebaiknya mengajarkan sastra? Itu bukan pertanyaan pertama yang harus dijawab oleh seorang guru sastra. Karena mula-mula yang harus dijawabnya adalah: apakah sastra itu? Kemudian, menyusul pertanyaan: apa yang dimaksudkan dengan mengajarkan? Dapatkah sastra diajarkan? Lalu siapa saja yang hendak dibelajarkannya pada sastra. Continue reading “Pengajaran Sastra”

Kado Mimpi buat Konglomerat

Iwan Gunadi
http://www.lampungpost.com/

INI benar-benar tak masuk akal. Aku konglomerat yang selalu menindas dan mengisap rakyat. Tapi rakyat pula yang menghadiahiku sebuah tempat di surga.

Mulanya sebuah kado di atas meja di kantorku. Kado itu berlapis kertas warna putih dengan pita merah. Bentuknya kotak empat persegi panjang dengan ukuran setengah meter kali satu meter. Tebalnya sekitar lima sentimeter. Continue reading “Kado Mimpi buat Konglomerat”

Bahasa ยป