Merawat Teater tanpa Jaminan Sosial

Iswadi Pratama *
lampungpost.com

Apakah peran dan fungsi teater modern Indonesia bagi kehidupan masyarakat dan bangsa?

Tantangan untuk menjawab peran “konkret” teater modern seperti ini acapkali muncul dengan amat pongah dan gagah dalam berbagai kesempatan dan event teater. Dan biasanya muncul dari golongan yang cenderung menilai segala sesuatu dari kalkulasi untung-rugi. Continue reading “Merawat Teater tanpa Jaminan Sosial”

Menelusuri Perjalanan Sastra Di Malang *

Denny Mizhar **

Sebelum saya mulai menulis tentang perjalanan sastra Malang, saya akan bercerita bagaimana saya sampai masuk pada pergumulan sastra di Malang. Tetapi sebenarnya saya, belum berani betul bicara soal perjalanan sastra di Malang. Disebabkan kawan Kholid Amrullah dari komunitas Lembah Ibarat meminta saya untuk menjadi pembicara mendampingi Pak Emil Sanosa untuk berbicara sejarah sastra di Malang. Continue reading “Menelusuri Perjalanan Sastra Di Malang *”

Syarifuddin Daeng Tutu: Tak Lelah Melestarikan Sinrili’

Aswin Rizal Harahap
Kompas, 24 Maret 2011

SINRILI’ telah membawa Syarifuddin Daeng Tutu melanglang buana. Ia menghibur sambil menyampaikan petuah bijak leluhur dalam sastra bertutur khas budaya Makassar, Sulawesi Selatan. Meskipun sarat pesan moral, kesan serius sirna di balik kejenakaan ayah empat anak ini.

Sinrili’ disampaikan sambil memainkan alat musik gesek, seperti pada biola. Continue reading “Syarifuddin Daeng Tutu: Tak Lelah Melestarikan Sinrili’”

Mengkaji Elitisasi Mendoan di Kafe

Abdul Aziz Rasjid
Suara Merdeka, 26 Juni 2010.

KAFE sering diidentikkan sebagai tempat hiburan yang berkaitan dengan pola rekreasi yang mewakili gaya hidup masyarakat urban. Kini, di sebagian jalan-jalan pusat kota dan juga dekat area kampus di Purwokerto menjamur kafe.

Tawaran berbagai fasilitas —dari pertunjukkan bola, balap mobil atau motor, hotspot, musik akustik dan sebagainya— juga beragam menu makanan dan minuman berkedudukan penting dalam usaha mendekati, memanjakan dan menimbulkan rasa betah pengunjungnya. Continue reading “Mengkaji Elitisasi Mendoan di Kafe”

Negara Tanpa Sastra

Anwari WMK
Kompas, 24 Maret 2011

NEGARA yang telah kehilangan sensibilitasnya terhadap sastra adalah negara yang tengah menegasikan potensinya sendiri dalam hal menumbuhkembangkan kreativitas dan otentisitas.

Sudah menjadi aksioma, persaingan ekonomi dan industri pada abad ke-21 berbasis inovasi. Sementara inovasi itu sendiri berpijak pada kreativitas dan otentisitas. Tanpa inovasi, mustahil daya saing ekonomi dan industri dapat diwujudkan. Continue reading “Negara Tanpa Sastra”

Bahasa »