Kinoli

Yetti A. KA
suaramerdeka.com

MINGGU, jam empat sore, dua perempuan akan bertamu ke rumahku. Salah satu dari mereka bernama Kinoli, teman baikku, sudah bertunangan lima bulan lalu. Harapan yang paling sering kudengar darinya adalah keinginannya memiliki dua anak perempuan.

Persis seperti yang dimiliki ibunya. Anak perempuan bisa menjadi teman di berbagai suasana, anak lelaki kadang memiliki selera yang jauh berbeda, begitu Kinoli beralasan. Continue reading “Kinoli”

Kupu-kupu dan Desing Peluru

S Prasetyo Utomo
http://suaramerdeka.com/

SEEKOR kupu-kupu kecokelatan yang sayap-sayapnya rapuh hinggap di dada Sarmo. Saat bentrokan dengan kerumunan warga di dekat makam keramat yang hendak digusur sebagai pabrik, kupu-kupu itu terbang rendah.

Terbang di atas kepala Sarmo. Dengan pakaian seragam dan pentungan di tangan, Sarmo menghindari bentrokan: saling dorong, pukul-memukul, melempar batu, dan menganiaya. Continue reading “Kupu-kupu dan Desing Peluru”

Menguak Luka dalam Satu Hari Bukan di Hari Minggu

Dessy Wahyuni *
Riau Pos, 14 Mei 2011

YETTI A. KA menghadirkan realitas keperempuanan dalam empat belas cerpennya yang terkumpul dalam Satu Hari Bukan di Hari Minggu (SHBdHM [Yogyakarta: Gress Publishing, 2011]). Sebagai pengarang perempuan yang berada pada masa kini —yang seringkali berupaya mendobrak budaya patriarki— Yetti hadir dengan sekumpulan cerpennya yang tidak terjebak dalam kehidupan kosmopolitan dan berpesta merayakan tubuh dan seksualitas perempuan. Continue reading “Menguak Luka dalam Satu Hari Bukan di Hari Minggu”

Bahasa »