Puisi Indonesia Miskin Diksi

Teguh Presetyo
Lampung Post, 4 Mei 2008

KARYA sastra Indonesia, terutama puisi, meski pertumbuhannya pesat, dinilai miskin diksi. Bahkan bisa dikatakan tidak ada perkembangan diksi-diksi terbaru yang mampu dihasilkan para penyair.

Penyair Binhad Nurohmat mengemukakan hal tersebut dalam kegiatan Bilik Sastra Membedah Buku 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 yang dikeluarkan Anugerah Sastra Pena Kencana, di PKM Unila, Rabu (30-4) malam. Padahal menurut dia, sekitar 10 tahun terakhir ini, karya sastra yang ada dan berhasil diciptakan para penyair sudah sangat banyak. Continue reading “Puisi Indonesia Miskin Diksi”

Mudik Primordial

Asarpin

Jutaan orang kini mempertaruhkan hidupnya di kota. Dan jutaan pula yang kembali ke kampung asal ketika menjelang Lebaran. Sebagian besar pulang karena kemauan sendiri, rindu sanak keluarga dan rumah tempat dia dilahirkan. Sebagian karena ada yang diminta oleh keluarganya untuk pulang atau kembali, berkumpul bersama-sama sambil merayakan hari raya Idul Fitri dengan suka cita. Continue reading “Mudik Primordial”

Peraduan Tamansari

M.D. Atmaja

Hujan rintik, bertarian di atas kolam para raja. Mendendang lagu, bertalu kusuma rindu dari perjalanan panjang yang tidak pernah bisa kumengerti. Ketika dalam babak yang sakit aku bertemu kembang di tengah sungai waktu, ketika bermimpi tentang cinta dan kematian. Continue reading “Peraduan Tamansari”

Buletin Sastra Pawon# Edisi Puisi

Review : Novianne Asmara
Judul : Buletin Sastra Pawon# Edisi Puisi
Editor : Bandung Mawardi
Desain cover dan Layout : Yudhi Herwibowo
Penerbit : Buletin Sastra Pawon
Cetakan : Edisi 32 – 2011
http://pawonsastra.blogspot.com/

Ini adalah kedua kalinya saya mendapatkan Buletin Sastra Pawon dari Mas Yudhi Herwibowo. Selalu saja saya merasa kagum dan salut dengan teman-teman di Komunitas Pawon itu atas konstribusi mereka terhadap dunia sastra. Continue reading “Buletin Sastra Pawon# Edisi Puisi”

Si Loak

Budi P Hatees
http://suaramerdeka.com/

KAU dipanggil si Loak dan itu artinya sangat bodoh. Keluargamu, terutama ayahmu, memanggilmu seperti itu. Kalau panggilan itu sudah diteriakkan ayahmu, kau -dalam keadaan apa pun dan sedang melakukan apa pun- mendadak pucat dan tergopoh-gopoh menghampiri ayahmu. Kau begitu ketakutan. Continue reading “Si Loak”

Bahasa »