Sastra yang Terbata di Hadapan Kebebasan

Ahmad S Rumi*
Republika, 29 Juli 2007

ISU penting dalam kehidupan sastra Indonesia saat ini, seperti tampak pada beberapa polemik di media massa (Jawa Pos, Media Indonesia, dan Republika) belakangan ini, tak lain adalah kebebasan, lebih tepatnya kegagapan dan kemabukan kita pada isu tersebut. Perdebatan tentang seks dan tubuh dalam sastra, liberalisasi pemikiran, pembongkaran tabu dan belenggu, merupakan bagian dari topik di atas. Continue reading “Sastra yang Terbata di Hadapan Kebebasan”

Souvenir Fiksi Islami

Ahmadun Yosi Herfanda
Republika 19 Agus 2007

Suatu hari, pada tahun 2003, saya menerima buku kumpulan cerpen 20 Tahun Cinta. Saat itu, saya merasa gembira sekaligus terkesima. Buku kumpulan cerpen terbitan Senayan Abadi Publishing itu tidak hanya dikemas secara elegan dengan desain grafis yang cantik, tapi juga memuat cerpen-cerpen karya para cerpenis ternama yang beberapa di antaranya dikenal sebagai penulis buku-buku bestseller. Continue reading “Souvenir Fiksi Islami”

Sastra, Seks dan Moralitas Anak Bangsa

Lukman Asya*
Republika, 16 Sep 2007

POLEMIK tentang kebebasan berekspresi, agama dan moralitas selalu menarik. Begitu juga polemik yang disulut oleh dituduhkan Taufiq Ismail (TI) terhadap Fiksi Alat Kelamin (FAK), Mazhab Sastra Selangkangan (MSS), dan Gerakan Syahwat Merdeka (GSM), yang sejauh ini belum menemukan titik temu.

Menurut saya, pembacaan TI hendaknya disikapi terbuka dan bijaksana. Saya meyakini TI punya argumentasi kuat untuk itu, meskipun disampaikan dengan cara-cara seorang tua yang konservatif dan terkesan nyinyir. Continue reading “Sastra, Seks dan Moralitas Anak Bangsa”

Sebuah Tafsir dari Ranah Sunda

Teddi Muhtadin *
Media Indonesia, 16 Sep 2007

PERDEBATAN tentang sajak “Malaikat” karya Saeful Badar yang dimuat di lembaran budaya Khazanah Harian Umum Pikiran Rakyat telah memicu sejumlah penulis untuk menyatakan pendapatnya. Sayang, harian tersebut sudah menutup pintu untuk mendiskusikannya. Alhamdulillah, Media Indonesia (2/9) memuat tulisan berjudul “Tergelincirnya Sang Penafsir”, tulisan Hikmat Gumelar, seorang pekerja seni yang tinggal di Jatinangor, Jawa Barat. Hal ini dapat dijadikan tanda dibukanya kembali diskusi tentang tafsir secara lebih lanjut. Continue reading “Sebuah Tafsir dari Ranah Sunda”

Stigmatisasi Sastra Indonesia

Maria Magdalena Bhoernomo *
Seputar Indonesia, 23 Sep 2007

STIGMATISASI sastra Indonesia menjadi “sastra kelamin”, “sastra imperialis”, “sastra kontekstual”, “sastra pedalaman”, “sastra Islami”, “sastra kiri”, “sastra pop” dan lain sebagainya, perlukah?

Pertanyaan ini agaknya cukup penting untuk didiskusikan karena faktanya tidak membuat sastra Indonesia lebih akrab dengan masyarakat Indonesia. Mungkin saja pihak-pihak yang melakukan stigmatisasi sastra Indonesia berkepentingan positif. Misalnya, ingin membuat sastra Indonesia lebih akrab dengan kelompok masyarakat tertentu. Continue reading “Stigmatisasi Sastra Indonesia”

Bahasa »