Gemblak: Idiosinkrasi Mistik Jawa

Agus Sulton

Nusantara merupakan kekayaan terbesar masyarakat cipta budayanya. Yang terbagi ke dalam beberapa suku dengan kekhasan masing-masing pembawa. Kemudian hasil budaya (kedaerahan) itu turun temurun, diwariskan oleh generasi penerusnya atas komitmen kebersamaan mewarisi dan rasa memiliki. Pemaparan Wiasa Hestitama (2011) dalam makalah ”rutinan” Lingkar Studi Warung Sastra (LISWAS) bahwa Manusia adalah pencipta budaya, dan sosial sebagai kekuatan ambisi untuk proses berbudaya. Continue reading “Gemblak: Idiosinkrasi Mistik Jawa”

“Dodolitdodolitdolibret” Cerpen Terbaik

Penghargaan Cerpen Kompas 2011

Benny Benke
suaramerdeka.com

Penghargaan Cerpen Kompas 2011, Senin (27/6) malam kembali digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Tahun ini, terdapat 18 cerpen masuk nominasi sebagai Cerpen Terbaik.

Cerpen-cerpen itu, sebagaimana dikatakan salah seorang dewan juri, Putur Fajar Arcana, dipilih secara ketat dari 52 cerpen yang pernah dimuat harian Kompas Edisi Minggu sepanjang 2010. Can bersama dewan juri lainnya, yaitu Myma Ratna, Frans Sartono, Kenedi Burhan, dan Efix Mulyadi akhirnya menetapkan satu dari 18 cerpen yang masuk nomisasi sebagai yang terbaik. Continue reading ““Dodolitdodolitdolibret” Cerpen Terbaik”

Yu Ngatemi

Ganjar Ayu
http://www.lampungpost.com/

PEREMPUAN itu selalu melewati jalan raya yang menjadi jalan utama dengan menaiki sepeda usangnya. Wajahnya sebagian tertutup topi caping warna cokelat tua. Pakaiannya pun biasa saja. Kalau tidak celana panjang hitam, pasti rok lebar dengan corak bunga-bunga. Continue reading “Yu Ngatemi”

Bahasa »