PUISI DAN KAKI TANGAN SASTRA

Catatan Kurasi Sepuluh Kelok Di Mouseland
Timur Budi Raja

I.
Adalah suatu kenyataan yang menggembirakan, bahwa Sastra Indonesia, khususnya dunia kepenyairan dan penulisan puisi, sampai hari ini masih baik-baik saja. Tidak pernah mengalami ke-mandheg-an atau berhenti. Khazanahnya senantiasa bertambah, sejalan dengan lahirnya penulis-penulis muda yang kehadirannya cukup kontinyu dan intens mewarnai kelangsungan perjalanan hidup sastra Indonesia itu sendiri. Etos produktivitas dan pengembaraan dalam hal kekaryaan dapat dikatakan sangat tinggi. Continue reading “PUISI DAN KAKI TANGAN SASTRA”

Model Pendidikan yang Membebaskan

Intan Indah Prathiwie
Suara Karya, 6 Juli 2011

KITA semua tentu mafhum bahwa pendidikan memiliki fungsi dasar untuk membebaskan manusia dari (freedom from) kondisi ‘kegelapan’, seperti kebodohan, kemiskinan, kejahilan dan lain sebagainya. Sekaligus, pendidikan adalah instrumen untuk membebaskan manusia supaya mampu (freedom to) mewujudkan potensinya. Oleh karena itu, pendidikan memainkan peranan strategis untuk membawa manusia kepada kehidupan yang bermartabat dan berkualitas. Continue reading “Model Pendidikan yang Membebaskan”

Gambaran Masyarakat dalam Cerpen “Badai dalam Secangkir Teh”

Alvi Puspita
Riau Pos, 3 Juli 2011

Pembuka

“Badai dalam Secangkir Teh” (Storm in a Teacup [1920]) merupakan salah satu cerpen Lu Xun yang tergabung dalam kumpulan cerpen Catatan Harian Orang Gila, yang diterbitkan Jalasutra pada tahun 2007. Cerpen-cerpen dalam buku ini diambil dari Lu Hsun Selected Stories WW Norton & Company Inc yang diterjemahkan oleh Pipit Maizier. Terdapat 18 cerpen dalam kumpulan ini yang ditulis Lu Xun pada rentang 1918-1926. Continue reading “Gambaran Masyarakat dalam Cerpen “Badai dalam Secangkir Teh””

Bahasa »