Puisi-Puisi Evi Melyati

http://www.suarakarya-online.com/
Langit Semakin Tua

Langit ada dimana mana
melingkupi segala
tak peduli rupa

bumi terbentang rasa
kita hanya bebas menapak
tanpa bisa memiliki

ketika langit semakin tua
bumi semakin sesak
rumput semakin tinggi
semakin menusuk
bencana tak jera mendera

rindu bara kepada Tuhan
kemana perginya

Tangerang, Januari 2011

Kemiskinan

Jika cawan telah kering
seperti jiwamu
jangan lagi berlari

kemiskinan yang mengekang
membuatmu lebih suka
menarik kutang,
membuka paha
kutahu itu bukan dirimu

mengadulah pada langit
pesantren tempatmu dibesarkan
kibarkan bendera
setengah tiang

kembalilah sahabatku
sebelum sesal
datang membayang
berhentilah
seperti kapal
merindukan dermaga

Tangerang, Fabruari 2011

Untukmu Guruku

Guratan luka adalah kepedihan
ketika rindu memanggil
memasung segala benci
dan dendam kala itu,
kami adalah
deretan kertas putih
tanpa makna

selama itu kita berpagut
dalam harapan
masa depan yang terbentang
begitu jauh begitu samar

kini kurangkai kata
untuk segala kebersamaan
yang pernah ada
tanah ini telah menjadi saksi
tentang ulah
prestasi dan kenakalanku

aku rindu pada segala
yang kulewati
gemuruh angin
dan tanah berdebu
sungguh deras suaramu
memanggil
membawaku keluar
dari kegelapan
dari kebodohan

seperti tak ada
untuk terima kasihku
kepada bapak guru
kepada ibu guru
pembawa cahaya
penerang gelapku

esok masih sangat panjang
jalan masih begitu jauh
cita-cita harus ditegakkan
temaram di kaki langit
mengiringi langkah
tiada berujung

Tangerang, Maret 2011

Untukmu

Dari kamah dan memang
sampai dalam lingkungan keabadian
yang kau tinggalkan
telah hilang segala cahaya
alam ini tak pernah
siap kau tinggalkan

tetapi kini
di persimpangan itu
kau benar sampaidan aku tetap terpaksa
di ujungnya
aku tetap berharap
akan ada cahaya
melingkupi lingkungan
keabadianmu

dan hanya doa
untuk segala perjuanganmu

Tangerang, Desember 2010