Diana dan Roland Barthes

Bre Redana
kompas.com

Kalau kehidupan petani diasosiasikan dengan desa agraris di Jawa, agak sulit membayangkan seorang anak petani bernama Diana, sebagaimana terdengar dalam lirik lagu Koes Plus berjudul “Diana”.

Banyak orang barangkali masih ingat lirik lagu itu: “Di gunung tinggi kutemui/ Gadis cantik putri paman petani/ Cantik menarik menawan hati/ Diana namanya manja sekali…” Continue reading “Diana dan Roland Barthes”

Kematian Sang Penulis

A. Sihabul Millah
Jawa Pos, 4 Juni 2006

BILA kita sedang asyik membaca buku, semisal Jakarta Undercover karya Moamar Emka, apa yang terbesit dalam ruang pikir kita? Terhanyut bersama Emka lewat goresan-goresan pena yang dituangkan dalam buku tersebut? Atau sebaliknya, ?mengabaikan? dia, seraya pikiran kita bebas menafsirkan wacana atau informasi yang dia kemas dengan bahasa-bahasa penggugah gairah seksual? Continue reading “Kematian Sang Penulis”

Pengarang, Memang “Tak Pernah Mati”

Wildan Nugraha *
Republika, 4 Mei 2008

Barangkali seorang pembaca sastra sudah hapal dengan kalimat ‘pengarang sudah mati’, yang merujuk pada Roland Barthes itu. Tetapi, di Forum Lingkar Pena (FLP), komunitas yang dimotori Helvy Tiana Rosa sejak 1997, ada prinsip ‘pengarang tak pernah mati’. Apakah memang sastra mereka tidak sama, bahkan berseberangan?

Menurut saya, kedua prinsip di atas sebenarnya sama-sama menghendaki kebenaran dan kebaikan. Sehingga, keduanya sama sekali tidak bertentangan. Hanya saja keduanya memang menjadi sebuah paradoks, seolah berseberangan arah padahal sesungguhnya sejalan. Continue reading “Pengarang, Memang “Tak Pernah Mati””

Hujan Bulan Juni

Adi Marsiela
Suara Pembaruan, 3 Juli 2007

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu- ragu di jalan itu.

Penggalan musikalisasi puisi Hujan di Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono yang dinyanyikan Dua Ibu (Reda dan Tatyana) terdengar sayup-sayup di amphitheater Selasar Sunaryo Art Space, Continue reading “Hujan Bulan Juni”

Bahasa ยป