Edgar Allan Poe Tetap Dicintai

Fani Ayudea, Budi Winarto
http://www.suaramerdeka.com/

SIAPA tak kenal Edgar Allan Poe? Cerpenis dan penyair legendaris asal Amerika itu begitu tersohor di seluruh dunia. Di dunia cerita pendek, dia visioner yang selalu menciptakan bentuk dan gaya tulisan serta pikiran yang melampaui masanya.

Dia jadi peneguh gaya penulisan cerita yang pendek, saat orang mengharapkan dan menggandrungi tulisan dengan cerita panjang. Dia mengenalkan bahasa liar, banal, misterius dengan tema suram seperti horor dan detektif. Kreativitas Allan Poe dalam puisi yang lembut dan romantis berbanding terbalik dengan cerita pendeknya.

Semua itu terungkap dalam diskusi bedah buku Biografi Edgar Allan Poe dan Sepilihan Karyanya di joglo Fakultas Sastra (FS) Undip, Selasa (8/1). Pembicara Siswo Harsono (dosen Sastra Inggris FS), Aulia Muhammad Asyahidin (pemerhati sastra), dan Tia Setiadi (penerjemah buku Biografi Edgar Allan Poe dan Sepilihan Karyanya).

Menurut pandangan Aulia, buku itu ditulis dengan penuh cinta. Sayang, lima karya yang diterjemahkan senapas sehingga tak ada kejutan atau kontradiksi. “Lima karya ini menunjukkan sisi Poe yang dicintai,” katanya.

Penerjemahan itu sangat detail menjelaskan kehidupan Poe. Namun sayang, penerjemahan itu tak begitu indah. “Cerita perjalanan hidupnya begitu linier,” tandas Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Cyber News itu. Puisi-puisi Poe pun ibarat puisi Indonesia angkatan Pujangga Baru. Datar, dengan pemilihan diksi terlalu larut dalam roman, dan tak memiliki kematangan.

Siswo berpendapat hidup Poe yang susah, miskin, dan dipersulit konflik melatarbelakangi cerpen Poe yang selalu berkait dengan dunia suram. Kesuraman itu disimbolkan melalui burung gagak di sampul buku terbitan Interlude Yogyakarta tersebut. “Burung gagak adalah citra paling dominan untuk karya Poe yang mengacu ke dunia penderitaan.”

Tia menuturkan puisi Poe adalah perambah hutan dunia pujangga. Dia menciptakan dunia lain yang belum ada. “Puisi romantis dengan aroma mistis. Di Indonesia belum pernah ada karya seperti itu,” ujarnya.

Hampir semua sastrawan penting terpengaruh karya Poe. Dialah yang kali pertama menemukan cerita pendek tentang detektif. Cerita pendek yang mengandung pikiran tak waras dan karakter iblis yang mendekam dalam jiwa manusia. Kekejaman, kebencian, dan kemarahan.

Ya, bagaimanapun suram dan cengeng sosok Edgar Allan Poe, karyanya dianggap mampu menerobos waktu. Karya tersulit yang pernah dia buat adalah Eureka (1848). Hingga kematian menjemput, 7 Oktober 1949, Poe tetap dicintai.

12 Januari 2008