Oki Setiana Dewi: Menjajal Dunia Sastra

Rizky Andriati Pohan
http://nasional.jurnas.com/

NAMA Oki Setiana Dewi mulai dikenal setelah menjalankan lakon sebagai Anna Althafunnisa di Ketika Cinta Bertasbih (KCB), film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy. Sejak itu wajah perempuan yang lahir dan menghabiskan masa kecilnya di Batam ini wara-wiri di layar televisi dengan berbagai aktivitas keartisannya.

Dara kelahiran 13 Januari 1989 ini sudah mulai menekuni panggung hiburan semenjak masih duduk di bangku sekolah dasar di Batam. Oki kecil rajin mengikuti berbagai perlombaan peragaan busana dan menjadi langganan sebagai juara. Di Batam, karier Oki meleset bak roket. Tak hanya dikenal sebagai model, Oki remaja juga piawai menjadi pembawa acara. Namun Oki ternyata tak puas hanya berprestasi di tingkat Batam. Dengan modal cita-cita sebagai artis terkenal, dia nekat hijrah ke Jakarta di usia 16 tahun.

Oki tinggal di sebuah kontrakan di bilangan Depok sendirian sambil melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Depok. Belum susut ambisi sebagai artis ngetop, Oki bergerilya mengikuti casting demi casting meski hanya sekadar berperan sebagai figuran yang shooting hingga dini hari, dibayar Rp35.000 dan saat sinetron diputar kakinya saja yang muncul di televisi.

Perubahan terjadi pada diri mahasiswi jurusan sastra Belanda Universitas Indonesia ini saat sang ibunda divonis mengidap Pemphigus Vulgaris, penyakit kulit yang sangat langka. Tak tahan melihat kesakitan sang bunda dari hari ke hari, Oki bertekad menjadi anak solehah agar Allah mendengar doanya supaya sang ibu lekas pulih. Tekad itu dimulai dengan memakai jilbab.

Di saat menjalankan komitmen untuk menutup aurat, justru tawaran-tawaran menggiurkan untuk menjadi pemain utama dalam sinetron datang silih berganti. Namun syaratnya Oki harus melepas jilbab. Dengan keyakinan dan kecintaannya pada Islam, Oki menampik semua tawaran tersebut dan mulai saat itu pula semua angannya menjadi pemain film menguap.

Allah tidak menyia-nyiakan keteguhan hati Oki dalam mempertahankan prinsipnya. Pengorbanan Oki terbayar dengan keberhasilannya terpilih sebagai pemeran utama dalam film KCB yang sebagian gambarnya diambil di Mesir itu.

“Jilbab membawa keberkahan hidup yang luar biasa,” kata Oki.

Setelah terjun ke dunia hiburan nasional, kesibukan Oki juga bertambah. Dia sering didapuk sebagai pembicara dan narasumber di berbagai acara bertemakan pendidikan dan kemuslimahan. Kementerian Komunikasi dan Informatika baru-baru ini juga memilih Oki sebagai Duta Internet Sehat dan Aman.

Baru-baru ini Oki menjajal dunia sastra dengan menerbitkan memoar pribadinya bertajuk Melukis Pelangi. Pada dasarnya peraih penghargaan aktris pendatang baru wanita terbaik dan terfavorit di Indonesian Movie Awards 2010 ini memang doyan menulis. Sejak kecil hingga sekarang, Oki tak pernah lupa menulis, mencurahkan perasaan dan mengukir mimpinya di buku harian. Dia juga senang melahap berbagai jenis buku semenjak sekolah, bahkan Oki memiliki penyewaan buku di rumahnya sejak kelas III SD.

Buku yang dibuat Oki saat istirahat shooting selama empat bulan ini ternyata mendapat respons hangat. Baru diluncurkan pada pertengahan Maret lalu, buku ini sudah akan dicetak ulang dalam waktu dekat. Ke depan, Oki berencana untuk menelurkan karya-karya berikutnya.

“Saya ingin terus menulis,” katanya.

29 Apr 2011