Puisi-Puisi Fikri MS

Nafsuku Tenggelam ke Dasar Samudra Penciptaan
Kepada Nurel Javissyarqi

Kumamah Kitab Para Malaikat di bibir fajar
Ranum seperti bibir perawan sehabis mandi
Sambil menunggu matahari beranjak dari seberang timur

Aku berlayar
Dan terus berlayar mengembangkan layar menuju teluk tersembunyi
Dihujani embun kegadisan Continue reading “Puisi-Puisi Fikri MS”

Saut Situmorang: Ngotobiografi Lewat Puisi? (1)

Wawan Eko Yulianto *

Membicarakan Saut Situmorang selalu menghadirkan imaji yang keras (:D). Ya, para penikmat sastra penghuni benua ketujuh pasti sekali dua kali pernah mendapati tulisan-tulisannya yang membawa kritik-kritik pedas tentang 1) kritik(us) sastra Indonesia masa kini, 2) dominasi Komunitas Utan Kayu beserta para eksponen-eksponennya, 3) Continue reading “Saut Situmorang: Ngotobiografi Lewat Puisi? (1)”

Saut Situmorang: Ngotobiografi Lewat Puisi? (2)

Wawan Eko Yulianto *

Pertama adalah sajak-sajak di bawah sub judul “cinta”. Ya, sebenarnya pada bagian ini sajak-sajaknya bukan cuman saja cinta. Mungkin, kalau boleh dikasih sub judul yang lebih merangkul, saya akan menyarankan “otobiografi” karena dari penandaan tingkat sekian kita akan menemukan cukup banyak informasi tentang kedirian si penyair (hehehe… tapi what’s in a subtitle? yang penting bagian itu berisi sajak-sajak yang lahir dari luapan kata hati nan murni yang tanpa kepentingan politik apapun, tak ingin mengungkapkan protes, tak ingin mencari duit, hanya kata hati … dan kebayakan dilandasi cinta, weissss…). Continue reading “Saut Situmorang: Ngotobiografi Lewat Puisi? (2)”

Prosa Imaji dan Resolusi Tinggi

Asarpin

Syahdan, demi menghindari hasrat seksual istri kakaknya, Hayy ditingalkan oleh pasukannya di hutan belantara yang sepi hingga akhirnya terkapar sendirian. Di tempat pembuangan itulah ia diselamatkan oleh seekor rusa kecil dan diajari rahasia semesta melalui akal dan nalar mistisnya, yang mesti tak masuk akal, namun rusa kecil itu terus mewasiatkan pikiran induktifnya agar kelak ia mampu membuka tabir rahasia para pembuat versi. Continue reading “Prosa Imaji dan Resolusi Tinggi”

Ompung dan Si Pematung

Martin Aleida

Sembilan puluh satu dia sekarang. Yang dia rencanakan untuk hidupnya, semua sudah tercapai. Yang tak pernah dia bayangkan pun malah sudah dia nikmati. Sebuah kuburan sudah dia persiapkan di atas bukit. Dan dia membayangkan, patungnya, patung setengah badan, akan diletakkan hati-hati di atas penampang marmer Italia yang dikirimkan anaknya dari Turino. Patung itu akan ditempatkan hanya selangkah dari gerbang kuburannya. Continue reading “Ompung dan Si Pematung”

Bahasa »